Korban Terdampak Gempa di Sukalarang Menolak Menempati Tenda Pengungsian

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Nabil

Sebanyak 400 Kepala Keluarga di Kampung Gedurahayu dan Kampung Banyu Resmi di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, terpantau tidak mau menempati tenda pengungsian korban gempa Cianjur 5,6 SR yang telah disediakan oleh Kemensos R.I. di Lapangan Gedurahayu, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Rabu (23/11/2022).

“Warga kami menolak menempati tenda darurat yang telah disiapkan. Mereka khawatir ada orang jahat yang memanfaatkan kekosangan rumah. Jadi selain soal keamanan juga karena mereka harus masak untuk kebutuhan hidup. Sementara ini, dengan masih banyaknya gempa susulan, mereka tinggal di tenda posko RT dan di pelataran rumah masing-masing,” kata Asep.

Untuk data korban rumah rusak di wilayah RW 10 ada sebanyak 75 rumah yang mengalami kerusakan dan 5 rumah diantaranya mengalami rusak berat, tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kades Titisan Bambang Nur Arifin menuturkan, hingga kini pihaknya telah mendata total jumlah korban dan rumah rusak pasca gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter yang terjadi dan masih terus mengalami gempa susulan di Kabupaten Cianjur.

Pihaknya menyebut, kendati wilayah Titisan dianggap paling terdampak gempa lantaran menjadi perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur namun tidak ada korban jiwa alias nihil. Sementara untuk rumah rusak ringan dan berat totalnya berjumlah 134 rumah.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu santriwan pas kejadian panik, jadi loncat dari lantai dua, tapi Alhamdulillah bisa selamat dan langsung bawa ke rumah sakit,” ungkap Kades.

Terkait warganya yang enggan untuk mengisi tenda darurat, Bambang memakluminya. Bambang berharap mendapatkan bantuan terpal untuk mendirikan tenda yang dapat di huni oleh beberapa keluarga. Selain terpal, Bambang juga butuh bantuan obat-obatan.

“Hingga saat ini, warga kami masih butuh bantuan makanan, terpal untuk tenda darurat dan bermacam obat-obatan. Bantuan yang sudah ada diantaranya berupa selimut dan makanan dari Dinsos dan dari PMI Kabupaten Sukabumi. Terakhir kemarin Wakil Bupati sudah datang ke lokasi,” terang Bambang.