Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota Gelar Press Release Barang Bukti Narkoba

oleh -

Wartawan Ronald Alexsander
Editor Nabil

Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota, menggelar press release terkait barang bukti narkoba selama September 2022. Selama satu bulan terakhir.Polisi berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus narkotika, psikotropika dan zat-zat berbahaya.

AKBP SY Zainal Abidin, mengatakan, aparat berhasil mengamankan sebanyak 34 orang tersangka. “Dari hasil pengungkapan tersebut, maka kemudian barang bukti yang dapat kami amankan seberat 170 gram sabu, ganja kering seberat 18 gram, obat -obat berbahaya sejumlah 11.600 butir. Kemudian psikotropika sejumlah 219 butir,” kata AKBP Zainal.

Turut diamankan barang bukti lainnya berupa handphone kemudian alat hisap, kemudian timbangan sebanyak delapan unit, dan hasil penjual berupa uang tunai Rp600 ribu.

“Dari barang bukti tersebut, jika nominalkan dalam rupiah ditaksir lebih kurang Rp373 juta. Dari pengungkapan kasus ini, diasumsikan polisi berhasil menyelamatkan calon penggunanya sebanyak 30.400 jiwa.

Modus operandi para pelaku, ternyata masih menggunakan modus yang lama yaitu lewat transfer dan bertemu kemudian melakukan kegiatan arahan -arahan dari pihak penjual, untuk menempel barang tersebut di tempat-tempat yang sudah di tentukan,” katanya.

Lebih jauh perwira menengah Polri tersebut menjelaskan, pasal yang di terapkan terhadap para tersangka, mengacu kepada Undang -Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal yang diterapkan yaitu pasal 111 dan 112 dan 114 dengan ancaman maksimal seumur hidup,”.jelasnya.

Kemudian mengacu kepada Undang -Undang nomor 5 tentang psikotropika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, serta pasal 196 dan 197 Undang -undang nomor 6 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Dari hasil pengakuan tersangka didapatkan informasi bahwa mereka rata-rata menggeluti bisnis ini bervariatif, antara tiga sampai 12 bulan.

Dari 23 TKP yang diungkap, ada dua TKP yang menonjol, yang pertama TKP di wilayah Sukaraja, dimana tersangkanya berinisial IM da PA, dengan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu kristal putih jenis sabu sejumlah 42 gram. Kemudian di TKP kedua di kampung warudoyong kecamatan warudoyong, dengan tersangka berinisial EM dan YS dan barang bukti yang kemudian berhasil diamankan sejumlah 33,11 gram.

“Untuk TKP yang kedua ini dapat saya sampaikan, bahwa kedua tersangka ini memiliki hubungan yang spesial antara keduanya dan itu kami temukan secara langsung oleh penyidik pada saat terjadinya penangkapan ditempat,” kata AKBP Zainal.

Mereka rata-rata berbelanja secara online, jadi tidak ada bandar besar di sini berbelanja secara online. Sementara kita ketahui bersama karakteristik kota Sukabumi ini, kota transisi antara Jakarta dan Bandung, jadi sejumlah yang mendapatkan dari pengedar baik yang ada di Bandung maupun dari Jakarta, sebagian residivis.

Sebagian hasil dari pengembangan, jadi pada saat kita melakukan pengungkapan terhadap satu atau beberapa para tersangka, maka kita lakukan pengembangan melakukan lidik oleh kepada tersangka yang bersangkutan, kemudian kita melakukan lidik juga di lapangan kemudian terungkaplah perkara yang lain dengan tersangka yang lainnya.

Kalau dari pengakuan yang bersangkutan rata-rata tersangka menyatakan sudah sering, jadi sekarang kalau kita katakan bisnis ini, mangsa pasar nya mulai dari anak-anak sekolah, sehingga pada kesempatan siang hari ini kami ingatkan kembali pada seluruh orang tua, dan keluarga untuk lebih mengawasi dan memperhatikan aktivitas anaknya, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Dampaknya sesuai dengan kadar yang tercantum di obatnya masing -masing berbeda, tapi memberikan efek tenang kepada yang bersangkutan itu yang mereka cari.

Rata -rata kalau dari pendalaman para penyidik, mereka porsinya sebagai para pengguna terlebih dahulu, karena satu dan lain hal terdesak oleh kebutuhan ekonomi dan kemudian mengambil keuntungan dari kecanduan mereka maka mereka terjun ke dalam bisnis ini.