Belum Terdata Sebagai Tenaga Non ASN, Puluhan Guru Honorer Geruduk Kantor BKPSDM

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Nabil

Sebanyak puluhan guru honorer yang belum terdata sebagai Tenaga Non ASN dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi menggeruduk kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sukabumi di Jl. Raya Kadupugur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Senin (03/10/2022).

Kedatangan mereka guna mempertanyakan status data sebagai Tenaga Non PNS yang hingga akhir waktu pendataan sesuai keputusan Menteri PANRB nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 dan Siaran Pers yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara Nomor: 018/RILIS/BKN/VIII/2022, tangal 30 Agustus 2022, masih blum terdaftar. Padahal, sejak informasi tersebut, para guru honorer melalui operator sekolah sudah mendaftarkannya ke Disdik Kabupaten Sukabumi.

“Sejak menerima informasi itu, kami semua telah memberikan data sesuai yang diamanatkan dan kami sudah kirim data ke Disdik Kabupaten Sukabumi. Tapi hasilnya, banyak guru honorer yang kecewa lantaran belum didaftarkan. Kali ini kami meminta penjelasan langsung dari pihak BKPSDM,” kata Jenal Arifin, ketua FOPPSI (Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia) Kabupaten Sukabumi kepada pelitasukabumi.com.

Dihubungi terpisah, Kepala BKPSDM Dadang Budiman mengatakan, pihaknya menerima dengan baik para guru honorer untuk konsultasi tentang pendataan Tanaga Non ASN.

“Kami menerima baik kedatangan rekan rekan guru honorer yang belum masuk pendataan non ASN. Kami hanya menerima data tersebut dari Dinas Pendidikan. Jika akhirnya data itu belum sampai ke kita atau belum didaftarkan, itu bisa karena faktor kesalahan NIK dan lainnya. Kita kembalikan ke pihak dinas untuk memperbaikinya,” jelas Dadang.

Menurut Dadang, proses pendataan ini masih jauh dan masih ada waktu. Krn pendataan itu, menurutnya, bukan utuk pengangkatan menjadi PPK melainkan untuk menginventarisir para Tenaga Non ASN. Jadi, kata dia, masih jauh prosesnya.

“Setelah menemui BKPSDM, kami akan menemui Disdik Kabupaten Sukabumi untuk mempertanyakan kelanjutan proses pendataan Tenaga Non ASN. Karena kalau para guru honorer lewat dalam kesempatan ini, pemerintah menganggap mereka tidak pernah ada,” ujarnya.