Bomber Sukabumi Sampaikan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan

oleh -

Wartawan Ferdy Mora
Editor Nabil

Bomber alias Bobotoh Persib asal Sukabumi, mengucapkan duka mendalam atas tragedi terburuk yang terjadi dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Ungkapan belasungkawa tersebut, disampaikan Ketua Bomber atau Viking Sukabumi, Ade Supriadi alias Kang Abo, Senin (3/10/2022).

“Kami atas nama Bomber Sukabumi, mengucapkan turut bela sungkawa dan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa yang berjumlah 125 orang hasil pengecekan oleh Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri,” kata Kang Abo.

Kejadian di Kanjuruhan kata Abo, berimbas pada pertandingan lain di Liga 1 antara Persib ‘Maung’ Bandung dan Persija Jakarta yang sedianya akan digelar Minggu malam, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

“Karena tragedi di Kanjuruhan yang menyedot perhatian masyarakat internasional, pertandingan Persib lawan Persija terpaksa ditunda sampai batas waktu yang ditentukan. Bus yang kami tumpangi dihentikan polisi dan disuruh berputar arah,” ujarnya.

Meskipun berat hati menerima keputusan penundaan itu, tapi dia dan rombongan yang berjumlah 30 orang itu tetap legowo dan menunjukan sikap empatik pada para korban. ” Bagaimana jika itu terjadi menimpa kita? Orang lain pun mungkin akan bersikap sama,” ungkapnya.

Komunitas pencinta Persib yang beralamat di Kampung Kadupugur RT 14 RW 04 Desa Cijalingan, Kecamatan.Cicantayan berharap, Bobotoh dimana pun berada untuk menjunjung tinggi sportivitas dan kemanusiaan. Agar kejadian serupa tidak terjadi.

“Di lapangan boleh berdarah-darah, tapi saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, dua tim yang bertanding dan kubu suporter harus siap menang dan siap kalah agar tidak berbuntut tragedi seperti yang terjadi di Kanjuruhan. Kita berdoa, semoga arwah yang meninggal dunia mendapat tempat di sisi Allah SWT,” tandasnya.

Terkait tiket yang sudah terlanjur dibeli, pihak panitia menjamin aman dan bisa dipergunakan saat pihak PSSI, pemerintah dan aparat keamanan kembali mencabut keputusan penundaan sementara, setelah kondisi benar-benar kondusif.