Wali Kota Meminta DKM Masjid Merubah Pola Manajemen dari Tradisional ke Modern

oleh -

Wartawan Sergio
Editor Abil

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, meminta kepada jajaran DKM Masjid di Kecamatan Lembursitu mulai merubah pola manajemen masjid yang sebelumnya menggunakan pola tradisional menjadi lebih modern.

“Karena tidak dipungkiri masih banyak yang sifatnya tradisional. Mudah-mudahan karena perubahan begitu cepat dengan pengelolaan masjid lebih modern dapat membuat orang semakin betah beribadah,” kata Fahmi, Rabu (21/9/2022).

Untuk itu, sejumlah Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kecamatan Lembursitu, mengikuti sosialisasi standar manajemen masjid. Hal ini, dilakukan sebagai upaya meningkatkan manejemen secara digitalisasi.

Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kemenag Kota Sukabumi, Ismatullah Muhammad Awaludin mengatakan, sosialisasi standar manejemen masjid ini sangat penting untuk dilakukan.

“Saya lihat di lapangan secara fisik sudah bagus, tetapi secara manajemen stagnan. Karena itu, zaman terus berkembang sistem manajemen masjid pun harus lebih mengarah kepada digitalisasi,” kata Ismatullah.

Ke depan, semua masjid saat ini bakal terdata dalam Sistem Informasi Masjid (Simas). Sehingga masyarakat akan dapat mengetahui dimana saja keberadaan masjid. “Seluruh masjid yang terdata nanti akan terlihat alamat, bangunan seperti apa, pengurusnya hingga imamnya siapa masyarakat bisa mengetahuinya,” ujarnya.

Menurutnya, Simas ini dapat diakses semua orang dan semua masjid yang terdaftar dalam Simas otomatis terdaftar juga di Kementrian Agama (Kemenag). “Nanti pun, pengajuan bangunan dan bantuan lainnya juga tidak melalui proposal lagi tetapi mengajukan melalui website Simas,” ungkapnya.

Dengan adanya Simas tersebut, sambung Ismatullah, tentunya dapat memudahkan dalam pengajuan bantuan. Seperti contoh, beberapa waktu lalu bantuan Covid-19 diajukan melalui Simas. “Karena itu, saat ini kami berupaya mengedukasi seluruh masjid jami yang ada di Kota Sukabumi untuk memulai merubah manajemen masjid lebih profesional,” urainya.