Kota Sukabumi Catatkan Rekor Inflasi Terendah Setelah Jakarta

oleh -

Wartawan Sergio
Editor Abil

Kota Sukabumi, menasbihkan diri sebagai daerah dengan nilai inflasi terendah se-Indonesia setelah Jakarta. Kota Sukabumi sendiri, merupakan salah satu Kota di Jawa barat yang dihitung tingkat inflasinya. Inflasi sendiri dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum, dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

“Pada rapat koordinasi pusat dan daerah beberapa waktu lalu, Pak Menko mengumumkan, bahwa Kota Sukabumi inflasinya terendah di Indonesia setelah Jakarta. Dan peringkat satu terendah tingkat Jawa Barat,” kata Kepala Bidang Perekonomian, dan Sumber Daya Alam, pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto, kepada pelita Sukabumi.com, Kamis (22/9/2022).

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan Index Harga Konsumen (IHK) Agustus 2022 di tujuh Kota di Jawa Barat, Kota Sukabumi IHK Agutusus 2022 sebesar 111,13, dengan nilai inflasi -0,04 persen. Sedangkan laju inflasi tahun kalender year to date (Januari 2022 – Agustus 2022) mencapai 3,42, dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 4,29 persen.

“Ada beberapa faktor yang menjadikan rendahnya nilai inflasi. Seperti ketersediaan barang masih aman, harga-harga masih terjangkau, distribusi barang masih lancar, dan adanya komunikasi yang efektif pemerintah dengan pihak pedagang,” jelasnya.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statsitik (BPS), kata dia, pada Agustus 2022, IHK gabungan Jawa Barat yang meliputi tujuh kota yakni, Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Bekasi, Depok dan Kota Tasikmalaya, mengalami penurunan IHK dari 112,97 pada Juli 2022 menjadi 112,90 pada Agustus 2022, sehingga terjadi deflasi sebesar 0,06 persen. Dari 11 kelompok pengeluaran, yang mengalami deflasi yaitu kelompok
makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,88 persen.

“Untuk kelompok pengeluaran lain mengalami inflasi, diantaranya, kelompok pakaian dan alas kaki 0,28 persen, kemudian kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah sebesar 0,41 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, kelompok transportasi sebesar 0,26 persen, dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen,” ungkapnya.

Alhasil, saat ini Kota Sukabumi tergolong paling rendah nilai inflasinya,. Namun demikian kata Yanto, pihaknya bersama dinas dan lembaga lainya akan terus melakukan analisa terhadap sumber atau potensi tekanan, serta melakukan inventarisasi data dan informasi perkembangan harga barang dan jasa secara umum.

“Kami juga akan terus menganalisis stabilitas permasalahan perekonomian daerah, yang dapat mengganggu stabilitas harga dan keterjangkauan barang dan jasa,” ungkapnya.