Dishub Kota Sukabumi Usulkan Perluasan Area CFD

oleh -

Wartawan Reno
Editor Abil

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, mengusulkan untuk memperluas area car free day (CFD) di empat titik lokasi untuk mengurangi emisi.karbon yang berasal dari aktifitas lalu lintas kendaraan. Demikian disampaikan Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, kepada pelitasukabumi.com, Jumat (19/7/22).

“Berdasarkan hasil forum rapat bersama beberapa dinas terkait, termasuk Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota, kami bersepakat, rencana perluasan area CFD akan diterapkan di empat titik lokasi yaitu Jalan Lingkar Selatan,.Jalan Ahmad Yani, Jalan Alun-alun hingga Degung dan Jalan Surya Kencana hingga Jalan Perintis Kemerdekaan,” kata Abdul Rachman.

Lebih lanjut dia mengatakan, ke depan akan menjadikan Jalan Ahmad Yani sebagai fokus utama dalam perencanaan perluasan area CFD Karena menurutnya, di ruas jalan tersebut, aktivitas ekonomi masyarakat pengguna kendaraan intensitasnya sangat tinggi.

“Jalan Ahmad Yani itu merupakan central city atau pusat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Di sana, intensitas kendaraan tinggi. Sehingga dengan penerapan car free day bisa mengurangi aktifitas kendaraannya. Oomatis pengurangan emisi dan kemudian akhirnya kita memberikan kontribusi terhadap penyehatan lingkungan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sejauh ini, aktivitas CFD hanya terfokus di ruas Jalan R Syamsudin SH. Namun demikian,.efektivitas di lokasi tersebut berjalan efektif fan efisien. Meskipun belum bisa dikatakan berhasil dalam penurunan intensitas pengguna kendaraan.

“Kita menginginkan proses edukasi kepada masyarakat, bahwa harus ada penurunan intensitas kendaraan yang berdampak juga pada penurunan emisi karbon. Penurunan emisi karbon juga akan berdampak pada memberikan kontribusi terhadap penurunan efek pemanasan global,” jelas dia.

Dengan proses edukasi itu, kata Rachman,. masyarakat juga bisa tergerak untuk lebih memilih tidak menggunakan kendaraan, melainkan dengan berjalan kaki.

Namun demikian, dia belum dapat memastikan, kapan perencanaan tersebut dapat terealisasi. Karena masih dalam tahap pembahasan dan memerlukan aspek lainnya untuk dipersiapkan pada penerapan perluasan area CFD tersebut.

“Hai itu yang kita coba bahas untuk pertajam lagi di Jalan A Yani. Yang nanti kita pertajam adalah titik mulainya dimana, dan sampai mana. Kita akan bahas lebih lanjut itu,” terang dia.

Rachman menerangkan, pembahasan lanjutan tersebut terkait mengenai aspek legalitas, yang juga didukung dengan anggaran, kemudian kebutuhan personel dan rambu-rambu. Setelah itu, barulah masuk pada tahap sosialisasi. 

Lanjut dia, agar masyarakat bisa mengetahui bahwa ruas jalan tersebut telah diberlakukan car free day, kemudian yang lebih penting adalah aspek legalitas peraturan Pemerintah Kota yang menyebutkan bahwa di jalan tersebut diberlakukan CFD.

“Harapannya agar ini bisa lebih cepat terealisasi, kita mungkin dalam beberapa minggu atau bulan ke depan akan pertajam sehingga bisa merencanakan, dan kita bisa melaksanakan. Target di awal tahun 2023, karena tadi, butuh alokasi anggaran, legalitas dan lain sebagainya,” tandasnya.