Dishub Tegaskan Uji KIR Bagian Komitmen Terhadap Keselamatan Sopir dan Penumpang

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, melalui Kasi Angkutan Djoko Sutrisno, menegaskan bahwa uji KIR merupakan bagian dari komitmen terhadap kenyamanan dan keselamatan awak kendaraan dan penumpang saat berada area publik. Karena jika luput dari perhatian dan pengawasan, dikhawatirkan berdampak pada kondisi kendaraan

Ketidaksadaran pengusaha terhadap uji KIR ini dapat berdampak buruk dikemudian hari. Karena bisa menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Uji KIR ini, merupakan bagian komitmen terhadap keamanan dan keselamatan perjalanan pengendara dan penumpangnya,” kata Djoko.

Dia.juga menyayangkan, pengusaha sopir angkot dalam melakukan uji KIR kendaraan masih minim. Faktanya, dari jumlah total 2.092 unit yang ada hanya 534 melakukan uji KIR.

Djoko menjelaskan, jenis kendaraan perlu dilakukan uji KIR, seperti angkot, bus, mobil barang seperti mobil pick up, truk dan kendaraan pengangkut barang lainnya. “Bahkan ada kendaraan yang sejak 2012 tidak dilakukan uji KIR, padahal uji KIR ini sangat penting dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan para penumpang,”ujarnya Kamis (11/8/2022).

Masih kata Djoko, sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sudah berupaya meringankan beban para pengusaha angkot dengan digratiskannya retribusi uji KIR. “Tetapi, tetap saja masih banyak yang tidak melakukan uji KIR kendaraan. Padahal para pengusaha sopir angkot tidak harus membayar retribusi karena sudah digratiskan hanya saja tinggal membayar denda saja,” terangnya.

Djoko menegaskan, pengujian kendaraan bermotor merupakan aturan yang dibuat untuk meminimalisir angka kecelakaan akibat kendaraan yang tidak layak operasi. Adapun prosedur melakukan uji KIR sendiri ketika habis masanya pemilik kendaraan membawa buku KIR, fisik kendaraan dan dokumen lainnya yang diperlukan.

Hal itu berguna untuk mencegah atau menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas dan gangguan terhadap lingkungan, termasuk suara bising. “Jika ada bagian yang memenuhi ambang batas kami berikan saran untuk perawatan,” terangnya.

Dari jumlah ratusan kendaraan yang melakukan uji KIR sambung Djoko, ada saja ditemukan yang tidak memenuhi standar. Misalnya saja, sistem penerangan, rem, emisi, ban dan lainnya. “Bagi yang tidak lulus uji KIR, kami menyarankan untuk memperbaiki terlebih dulu kekurangannya dengan tempo waktu selama 14 hari,” ujarnya.