Wabup Sebut Program BIAN Strategi Pengendalian Turunnya Imunisasi

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, menyebut bahwa program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, merupakan strategi pengendalian turunnya imunisasi. Hal itu dikatakan wabup, saat membuka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022, bertempat di Posyandu Mawar 2 Perumahan Mekarsari Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Selasa (2/8/2022).

“Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Manfaat imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan,” kata Iyos.

Mantan Sekda tersebut juga mengatakan, program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 adalah komitmen pemerintah untuk memenuhi target eliminasi Campak Rubella 2023 serta mewujudkan dunia bebas Polio 2026.

Program BIAN kata dia, diharapkan, mampu memproteksi anak anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. BIAN merupakan pemberian imunisasi tambahan Campak Rubela untuk anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 12 tahun serta melengkapi Imuniasi Polio dan DPT-HB-HIB yang terlewat bagi anak usia 12 sampai 59 Bulan.

Pada kesempatan yang sama dia menegaskan, jika pelaksanaan BIAN itu merupakan satu upaya strategis untuk mengendalikan penurunan imunisasi rutin dan lengkap termasuk di dalamnya imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.

“Karena itu, saya minta kepada seluruh stakeholder aktif mendorong suksesnya pelaksanaan BIAN sehingga masalah penurunan imunisasi rutin dapat diatasi secara efektif dan efisien,” kata Iyos.

Lanjut dia, program BIAN merupakan ikhtiar pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat yang relevan dengan misi kabupaten Sukabumi Yakni Meningkatkan Kualitas pelayanan publik yang inovatif, profesional dan akuntabel. “Apabila kekurangan cakupan imunisasi ini tidak segera di antisipasi dikhawatirkan adanya potensi peningkatan kasus penyakit tertentu,” ungkapnya.