Tak Kunjung Ada Titik Terang, Polsek Simpenan Arahkan Keluarga Salman Lapor Polisi

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Polsek Simpenan, Polres Sukabumi, kunjungi keluarga Salman (35) yang dikabarkan hilang akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut terima oleh keluarga Salman di kampung Legok Loa RT 08, RW 02, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Hingga malam ini, Rabu (27/7/22), Kanit Intel Polsek Simpenan, Aipda Hadi, masih terus berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Kehadiran Aipda Hadi, untuk memberi dukungan moral dan mengarahkan keluarga Salman agar membuat laporan polisi guna mendapatkan petunjuk awal dan bantuan maksimal dalam pencarian korban.

Mewakili Kapolsek Simpenan AKP Dadi, Kanit Intel Polsek Simpenan Aipda Hadi mengatakan, kunjungan itu sebagai bentuk kepedulian pihak kepolisian terhadap masalah yang tengah dihadapi warganya. Selain untuk menenangkan kepanikan keluarga korban, juga bertujuan mengarahkan agar keluarga korban bertindak antisipatif saat menghadapi masalah.

“Kunjungan tersebut sebagai dukungan moral dari pihak kepolisian kepada keluarga Salman. Kami mengarahkan agar keluarga Salman antisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan dengan cara melaporkan berbagai kejadian yang berpotensi menjadi permasalahan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Ormas Gasak Simpenan, E. Dermawan yang akrab disapa Jagur mengatakan, atas saran pihak kepolisian kepada pihak keluarga korban, dia bersama rekan akan terus membantu mencari keberadaan korban dan senantiasa berkordinasi dengan pihak kepolisian termasuk mendampingi keluarga Salman membuat laporan di Mapolres Sukabumi.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami masih mendampingi keluarga korban baik dalam mencari korban maupun membuat laporan di Mapolres Sukabumi.” Kata Jagur.

Diberitakan sebelumnya, Salman (35) warga asal Kampung Legok Loa RT 08, RW 02, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi dikabarkan hilang oleh istrinya pada Minggu, (24/07/2022).

Kepada pelita sukabumi.com, Istri korban, Santi (28) mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat korban mengantar dirinya pada Sabtu (23/7/2022), sekira pukul 15.00 WIB untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu. Saat itu, dia diantar menggunakan sepeda motor merek Honda Beat Street dengan No. Polisi F 4827 UBL.

Usai mengantar ke rumah sakit, tidak lama berselang, suaminya pamit untuk kembali kerja sebagai tukang ojeg di pangkalan Jembatan Bagbagan Palabuhanratu. Namun hingga menjelang malam korban tidak kunjung datang dan membuat sang istri beserta keluarga merasa khawatir.