Dikabarkan Hilang Setelah Antar Istri ke RS, Warga Simpenan Diduga Jadi Korban Curanmor

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Warga asal Kampung Legok Loa RT 08, RW 02, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Salman (35) dikabarkan hilang oleh istrinya pada Minggu, (24/07/2022).

Istri Korban Santi (28) warga asal Kampung Mariuk, RT 01 RW 01, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, mengungkap misteri hilangnya sang suami, kepada pelitasukabumi.com.

Dia.mengungkapkan, peristiwa itu terjadi saat korban mengantar dirinya pada Sabtu (23/7/2022), sekira pukul 15.00 WIB untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Palabuahanratu. Saat itu, dia diantar menggunakan sepeda motor merek Honda Beat Street dengan No. Polisi F 4827 UBL.

Usai mengantar ke rumah sakit, tidak lama berselang, suaminya pamit untuk kembali kerja sebagai tukang ojeg di pangkalan Jembatan Bagbagan Palabuhanratu. Kepada istrinya itu, korban juga berjanji akan menemani sang istri berobat jalan di rumah sakit sepulang ngojeg.
Namun, hingga menjelang malam korban tidak kunjung datang dan membuat sang istri beserta keluarga merasa khawatir.

“Betul suami saya hilang. Kami sekeluarga sudah kabarkan hilang kepada rekan-rekan suami dan juga di media sosial facebook. Menurut rekan suami di pangkalan, awalnya ada penumpang pakai tergos (penutup muka) di antar motor lalu turun dan minta di ojeg ke kampung Giri Mukti di Kecamatan Ciemas. Suami saya saat itu lagi charg HP, karena buru-buru, HP nya ketinggalan di warung. Baru hari berikutnya Ibu warung kasih kabar,” terang Santi kepada wartawan, Minggu (24/07/2022).

Dari semua informasi yang di terima perempuan itu, baik dari keluarga maupun dari rekan suami yang ikut mencarinya sejak Sabtu malam, hilangnya suami Santi menyisakan banyak tanya dan kekhawatiran kalau-kalau suaminya itu jadi korban pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Saya tidak berharap sesuatu terjadi dan menimpa suami saya. Hanya informasi yang saya dapat dari keluarga dan rekan yang mencari suami dari sejak Sabtu malam, informasinya menakutkan. Menurut rombongan yang mencari suami di sekitar kampung Giri Mukti tepatnya di Puncak Aher, ada orang mengaku bertemu dengan laki-laki yang menawarkan motor pada malam saat suami saya hilang. Parahnya, motor yang ditawarkan itu ciri-cirinya sama seperti milik kami,” ungkap Santi.

Atas kejadian itu, Santi yang harus berobat jalanpun akhirnya meminta cepat pulang dari rumah sakit demi mencari suami. Saat ini, kahilangan suami Santi sudah di cari intensif oleh pihak keluarga, rekan korban dan Ormas Gasak Simpenan. Info kehilangan suami Santi juga telah dikordinasikan ke pihak berwajib.

“Alhamdulillah, sementara ini sudah banyak yang bantu mencari. Ada Pak Jagur dari Ormas GASAK yang membantu hingga menelusuri daerah di Kecamatan Ciemas. Saya berharap suami saya cepat pulang dan tidak terjadi sesuatu hal buruk,” ujar Santi.