KHASHAISHUL ISLAM

oleh -

Oleh.Lathief Ab

Islam adalah agama diantara berbagai macam agama. Namun Islam memilki khashaish (karakter sendiri) yang membedakan dengan yang lainnya. Syekh Muhammad Husein Abdillah dalam kitab Dirasah Fi Fikril Islam menjelaskan ada empat karakteristik Islam (khashaishul Islam) yaitu; syumuli (komprehensif), ittisa’i (elastisitas), amali (aplikatif), insani (manusiawi)

Pertama. Komprehensif; Membahas segala aspek kehidupan dengan lengkap (syumuli). Islam telah membahas seluruh aspek kehidupan baik spiritual, moral, sosial, ekonomi dan politik. Berbeda dengan agama lainnya yang hanya membahas masalah spiritual dan moral. Sedangkan masalah sosial, ekonomi, politik dianggap bukan urusan agama. Demikian pula ideologi yang ada baik kapitalis maupun sosialis hanya membahas ekonomi, sosial politik tanpa bicara spiritual dan moral. Allah Swt. berfirman, :Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku dan telah Aku ridlai Islam sebagai agamamu ” (Q.S. Al-Maidah: 3)

Kedua. Elastisitas; Mampu menjawab persoalan yang muncul (Ittisa’iy). Tentu permasalahan akan senantiasa berkembang, persoalan baru akan bermunculan sementara Qur’an dan hadits sebagai sumber hukum telah selesai diturunkan. Misal di bidang kedokteran ada transplantasi organ tubuh, bayi tabung, KB, aborsi. Di bidang ekonomi ada perbankan, koperasi, asuransi, bursa saham dll. Apakah permasalahan di atas boleh atau tidak, Islam memiliki mekanisme untuk menjawabnya.

Dalam khazanah Islam dikenal istilah ijtihad yakni menggali hukum syariat secara rinci terhadap permasalahan yang muncul. Inilah makna elastisitas, yakni Islam mampu menjawab permasalahan hukum yang sedang terjadi dan yang akan datang.” Dan kami telah menurunkan kepadamu al-Qur’an sebagai penjelas segala sesuatu” (Q.S. An-Nahl:8)

Ketiga. Aplikatif; ajaran Islam mudah diamalkan (amali). Ajaran Islam secara keseluruhan bersifat praktis, yakni sesuai dengan fitrah sehingga manusia mampu melaksanakannya dan akan membawa kebaikan bagi dirinya. Ajaran Islam bukanlah tumpukan teori sebatas pengetahuan. Tapi ia pedoman hidup untuk dilaksanakan manusia dalam segala hal. Penerapan Islam telah terbukti. Dua belas abad dunia pernah dipimpin oleh sistem Islam. “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya” ( Q.S. Al-Baqarah: 286)

Keempat. Manusiawi; untuk seluruh manusia (Insani). Berbeda dengan ajaran agama lainnya, yang hanya diperuntukan untuk bangsa, suku dan kaum tertentu. Islam hadir untuk semua tanpa membedakan suku, ras, bangsa dan bahasa. Islam Rahmat bagi semua. Manusia dipandang sama kedudukannya, yaitu sebagai hamba dihadapan Tuhannya. Berbeda pula dengan sistem ideologi yang ada, disebarkan lewat penjajahan dan penguasaan satu negara terhadap negara lain. Bila ajaran Islam menyerukan Jihad (perang) dan Futuhat (perluasan wilayah), bukan dalam rangka penjajahan, tapi justru untuk menyebarkan rahamat itu sendiri. Membebaskan manusia dari penindasan manusia lainnya. Manusia diseru oleh Islam untuk keselamatan di dunia dan di akhirat. “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”(Q.S. Saba’: 28)