Aplikasi MyPertamina Amankan Rantai Pasokan BBM Bersubsidi

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

PT Pertamina Patra Niaga secara bertahap telah membuka posko pendaftaran bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di 10 SPBU di wilayah Kota Sukabumi. Hal tersebut dilakukan agar dalam proses penyalurannya, tepat sasaran dan benar-benar dinikmati oleh golongan masyarakat rentan. Hai itu dikatakan Sales Area Manager Retail Sukabumi, Zia Ardhi, kepada pelitasukabumi com, Jumat (1/7/2022).

“Saat ini, website subsiditepat.mypertamina.id bisa diakses untuk mendaftarkan kendaraan roda empatnya,”kata Zia. Hari ini merupakan hari pertama pembukaan stand pendaftaran website BBM Subsidi Pertalite dan Bio Solar di SPBU Jalan Tipar Gede, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang.

Namun katanya, jika warga Sukabumi memerlukan bantuan karena kesulitan akses internet, ataupun dukungan pengisian teknis, masyarakat bisa langsung datang ke SPBU 3143101 di Jalan Tipar Gede.

“Pelaksanaan pendaftaran melalui website ini, bukan untuk menyulitkan masyarakat. Namun, untuk melindungi masyarakat rentan yang sebenarnya berhak menikmati subsidi energi,” tegasnya.

Selain melakukan sosialisasi ujarnya, di stand SPBU, pihaknya juga bakal mengunjungi tempat keramaian untuk mengedukasi masyarakat terkait rencana penggunaan aplikasi MyPertamina tiap pembelian Pertalite dan Bio Solar. Pendaftaran website ini bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Saat ini, masih tahapan sosialisasi penggunaan aplikasi MyPertamina kepada masyarakat.

“Harapannya semua konsumen, pengguna BBM subsidi tidak harus daftar di sini, bisa dimana saja. Kami tekankan, saat ini kita sosialisasi dan pendaftaran, belum ada program selanjutnya dan akan ada evaluasi, ketika dikatakan siap, kita akan lanjut ke tahap selanjutnya,” bebernya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendaftarannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id dan selanjutnya mengisi data kelengkapan diri serta kendaraan. Setelah itu, dalam tujuh hari akan dilakukan pencocokan data, barulah konsumen akan mendapatkan QR Code.
“Silahkan ikuti prosedurnya dan maksimal tujuh hari pencocokan data baru dapat QR Code,” terangnya.

Disinggung soal jumlah pasokan BBM subsidi, Zina menuturkan, jumlah pasokan BBM normal yang didistrubusikan sebanyak 16 sampai 24 kilo liter per hari. “Ya, pasokan normal sebanyak 16 hingga 24 kilo liter per hari untuk 10 SPBU,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pengendara sejak pagi hari mulai berdatangan untuk meminta bantuan dalam melakukan pendaftaran MyPertamina.

“Ini kan sistem baru, jadi saya masih kebingungan dan masih mencari-cari informasi tentang cara pendaftaran dan pengisian aplikasi MyPertamina,”kata Irfan, salah seorang Sopir Angkot Jurusan Sukabumi-Cisaat.

Uji coba aplikasi MyPertamina kata dia, sungguh menyulitkan para pengendara dalam mendapatkan BBM. Apalagi bagi sopir Angkot yang tidak memiliki gadget Android. “Benar membuat semuanya jadi ribet dan makan waktu. Sehingga sangat menyulitkan, kami berharap pembelian BBM tidak perlu menggunakan apilikasi,”ungkapnya.