Generasi dan Investasi

oleh -

Oleh: Lathief Ab

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” QS. Al Baqarah (2):30).

Fokus pada makna ‘khalifah fil ardli’ pada ayat diatas. Diantara beberapa mufasir menjelaskan khalifah bermakna pengganti penghuni bumi sebelumnya dari kalangan banul jan (bangsa jin). Berarti ‘duta’ Allah untuk memakmurkan bumi. Menunjukkan dalil wajibnya ada Imam atau khalifah. Bermaksud adanya generesai saling menggantikan satu sama lain.

Kita ambil khalifah dengan makna generasi. Sebuah keluarga, masyarakat, negara, perusahaan, dakwah dsb, akan berheti tanpa generasi. Karena itu menyiapkan bekal generasi bagian dari pesan penting ajaran Islam.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (QS. An Nisa (4):9)

Mengapa mempersiapkan generasi begitu penting. Sebab usia kita dibatasi. Sementara perjuangan harus terus berlanjut. Ilmu pengetahuan terus berekembang. Dakwah mesti terus tersebar. Karena itulah setiap kepemimpinan nabi ada generasi nabi berikutnya sebagai penerusnya hingga Nabi Muhammad Saw. Kemudian dalam hal kepemimpinan dilanjutkan oleh para khalifah.

Dahulu Bani Israil dipimpin oleh para nabi, setiap seorang nabi wafat, dia diganti oleh nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak ada nabi setelah aku, tetapi akan ada para khalifah, dan jumlah mereka banyak. (HR. Bukhari)

Mungkin usia kita sudah masuk ashar atau bahkan jelang magrib. Namun akan tenang bila kita telah menyiapkan generasi. Kita tidak sukses jika tdak mensukseskan generasi. Kita belum saleh bila belum mensalihkan mereka. Generasi yang akan mengurus dunia dengan kasalihan.

Itulah sunah hasanah, kebaikan yang berkelanjutan, tentu pahalanya mengalir sampai ke hulunya. Demikianlah investasi pahala. Lebih dari itu setiap tenaga yang dicurahkan, matrial yang dibangunkan untuk sarana pembentukan generasi salih akan bersaksi dan pembela di hari perhitungan antara kebaikan dan keburukan.

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imama, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pandangan mata yang menyejukkan dari para istri dan anak keturunan kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”