DKP3 Vaksin Ratusan Hewan Ternak Tekan Meluasnya Penyebaran PMK

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi, melakukan vaksinasi pada 300 ekor sapi untuk menekan semakin meluasnya penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Kegiatan perdana berlangsung di Kelompok Tani Mekar Jaya di Kecamatan Lembursitu, Senin (27/6/2022). Diikuti kemudian dengan penyuntikan vaksinasi di 36 kelompok tani (Poktan) yang tersebar di beberapa titik wilayah.

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Andri Setiawan mengatakan, DKP3 Kota Sukabumi,.mendapatkan sebanyak 300 dosis vaksinasi dari pemerintah pusat untuk 300 ekor sapi.

“Hari ini, kami menargetkan vaksinasi di 36 kelompok tani dengan target sebanyak 300 ekor sapi yang akan divaksin. Prosesnya, ditargetkan selesai selama tiga hari,” kata Andri kepada pelitasukabumi.com.

Tujuan dilakukan vaksinasi kata Andri, untuk menekan terjadinya penyebaran PMK. Apalagi di Kota Sukabumi sudah ditemukan dua kasus.

“Di Kota Sukabumi sudah ada terindikasi dua ekor yang positif PMK. Adapun, 79 ekot terkonfirmasi suspek PMK. Dari 79 itu, 12 ekor dipotong secara bersyarat, 24 sembuh dan sekarang sekitar 10 lagi masih dalam isolasi dan penyembuhan,”jelasnya.

Terkait soal vaksinasi untuk hewan hewan kurban, Andri menjelaskan, vaksinasi untuk hewan kurban akan segera dilakukan di semua lapak yang ada.

“Saat ini, ada 131 titik lapak. Kami mulai melakukan pembagian tugas dengan melepas tim pemantau hewan kurban. Dalam kegiatan itu, mereka dibekali kalung sehat. Ketika memeriksa langsung dikasih kalung sehat. Jadi kami menjamin hewan kurban dalam kondisi sehat,”ungkapnya.

Untuk memotong mata rantai masuknya hewan dari luar daerah lanjut dia, DKP3 Kota Sukabumi memberikan rekomendasi agar hewan dari luar daerah dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Jadi bilamana ada warga yang ingin membeli sapi di daerah luar Kota Sukabumi harus dilengkapi SKKH. Kami bekerja sama dangan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, kepolisian dan instansi lainnya,” ujarnya.

Sepanjang pemantauan di lapangan, DKP3 sudah mengembalikan sebanyak 10 ekor sapi dari daerah Magelang karena tidak dilengkapi dengan SKKH.

“Mungkin mereka tidak mengetahui kalau hewan yang hendak memasuki suatu daerah harus ada SKKH. Tetapi saat ini semua yang akan mengirim sapi ke Sukabumi pasti akan koordinasi dengan dinas,”tandasnya.(*)