Dishub Kota Sukabumi Lanjutkan Rencana Penerapan Sistem Parkir Berlangganan

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, berencana akan melanjutkan kembali rencana penerapan parkir berlangganan yang sempat tertunda pada 2020 lalu. Padahal saat itu, rencana tersebut, telah memasuki tahap pembahasan. Tidak sampai di situ, untuk memuluskan rencana itu sempat dilakukan studi tiru ke Cianjur yang dianggap sukses menerapkan sistem parkir tersebut.

“Ya benar, rencana penerapan parkir berlangganan di Kota Sukabumi saat ini dalam upaya pengkajian. Makanya, kami berkunjung ke Dishub Cianjur untuk melihat mekanismenya seperti apa,”jelas Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono, kepada pelitasukabumi.com, kemarin.

Penerapan sistem parkir berlangganan tersebut kata dia, sudah direncanakan sejak tahun lalu. Namun untuk menguji tingkat keberhasilannya, Dishub Kota Sukabumi juga sudah mengirim orang untuk belajar ke daerah yang sudah awal menerapkan parkir berlangganan, yakni Banyuwangi dan Sumedang.

“Sudah lama kami rencanakan penerapan parkir berlangganan di Kota Sukabumi. Namun, karena tertunda oleh beberapa hal, tahun ini kembali kita usulkan lagi,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, sistem parkir berlangganan tersebut hanya membutuhkan kerjasama dengan pihak pusat pengelolaan pendapatan daerah (samsat), dengan menanda tangani sebuh MoU antara pimpinan daerah dengan pihak Polres setempat.

“Jadi Pak Wali Kota dengan Pak Kapolres untuk kerjasamanya dalam penerapan parkir berlangganan tersebut,”katanya.

Rudi juga mengatakan, jika sistem penerapan parkir berbayar jadi diberlakukan, tidak hanya akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi akan meningkatkan kesejahtraan para juru parkir (jukir). Karena, semua kendaraan yang wajib pajak otomatis akan bayar retribusinya.

“Pokok pikiran awal penerapan parkir secara berlangganan itu PAD akan meningkat tajam, kemudian para 380 jukir yang tercatat juga akan mendapatkan gaji setiap bulanya,”kata Rudi.

Lebih jauh dia menjelaskan, sistem parkir berlangganan tersebut hanya membutuhkan kerjasama dengan pihak pusat pengelolaan pendapatan daerah (samsat), dengan menanda tangani sebuh MoU antara pimpinan daerah dengan pihak Polres setempat.

Secara teknis kata Rudi, ketika masyarakat sudah membayar pajak kendaraanya, sudah barang tentu tidak akan dipungut saat mereka parkir di 38 bahu jalan yang ada di Kota Sukabumi.

“Jadi masyarakat akan bebas parkir di semua bahu jalan, karena sudah membayar pajak termasuk retribusinya,”jelasnya.

Rudi berharap, semua rencana tersebut bisa terwujud dalam waktu dekat ini. Meskipun, saat ini masih diperlukan beberapa mekanisme, serta payung hukum yang akan diterapkan dalam mendukung penerapan parkir berlangganan di kota Sukabumi.(*)