Hindari Pikiran Negatif

oleh -

Oleh: ๐˜‹๐˜ณ ๐˜๐˜Š. ๐˜•๐˜ถ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜™๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฐ. ๐˜‰.๐˜š๐˜ค. ๐˜”,๐˜’๐˜ฆ๐˜ด

Tubuh manusia terdiri dari ruh dan jasad, yang mana antara keduanya terkait sangat erat terutama masalah Kesehatan.

Kita studi kasus :
Pertama, Otak Besar. Saat amarah kronis, ketakutan yang amat sangat, was-was,  sedih berlebihan, kecemasan dan kepura-puraan yang dialami seseorang berakibat pada jasmani, yakni kerusakan organ vital pada tubuh seperti otak besar.

Emosi negatif dapat merusak rhythmic/ritme yang menghalangi rangsangan otak besar dalam mempercepat penuaan sel otak yang menyebabkan melemahnya fungsi otak. Sejumlah besar darah yang mengalir deras ke otak, membuat beban pembuluh darah otak bertambah, sedangkan oksigen berkurang.

Untuk mengatasi hak ini, Rasulullah Saw memberi solusi  yakni dengan duduk (menenangkan nafas untuk memasok oksigen ke otak) dan mengambil air wudhu yang memberikan efek ketenangan luar biasa. Terlebih jika dilanjutkan dengan shalat.

Kedua, jantung. Emosi-emosi negatif dan pikiran negatif membuat denyut jantung bertambah cepat, daya penyusutan jantung bertambah kuat, tekanan darah naik, darah menjadi lengket dan kental.

Darah yang mengalir deras ke otak dan muka dalam jumlah besar, dapat menyebabkan darah yang disuplai ke jantung itu sendiri berkurang dan mengakibatkan otot kekurangan oksigen.

Demi persediaan oksigen yang cukup, jantung terpaksa bekerja ekstrim, sekali bergolak, maka denyut jantung akan semakin tidak teratur, dan itu akan lebih fatal.

Ketiga, hati. Emosi negatif dapat memaksa hati mengeluarkan zat yang berfungsi pada sistem syaraf sentral, membuat gula darah naik, penguraian lemak bertambah kuat, dan asam lemak bebas dalam sel hati dan darah bertambah.

Asam lemak bebas memiliki racun sel yang sangat kuat, terhadap sel hati ia seperti makanan lezat bagi tubuh, diperlukan jika kurang, sebaliknya merupakan pembunuh bila kelebihan.

Saat emosi, segera minum segelas air putih yang dibacakan surat Al-Fatihah atau ayat ruqyah lainnya. Yang implikasinya dapat memprogram air hingga dapat mendorong mengeluarkan asam lemak bebas dalam tubuh, bahkan dapat mengurangi racunnya.

Keempat, kulit. Saat timbul emosi negatif, sejumlah besar darah mengalir deras ke muka, saat demikian oksigen dalam darah tidak banyak, sedangkan asam lemak bebas dan racun lainnya bertambah, racun-racun ini dapat merangsang kandung bulu, menyebabkan tingkat radang dalam yang tidak sama di sekitar kandung bulu, akibatnya timbul noda dan problem kulit lainnya.

Menurut hasil penelitian kedokteran AS terhadap 5000 wanita yang ditumbuhi dengan noda di wajahnya menunjukkan, bahwa saat suasana hati mereka dalam kondisi tidak bergairah, obat apapun terhadap pengobatan noda semuanya masih lumayan efektif. Sebaliknya saat hubungan antar manusia pada sejumlah wanita diantaranya itu mengalami perbaikan, noda di wajah mereka malah sembuh tanpa pengobatan.

Kelima, Sistem Sekresi.
Emosi negatif dapat mengacaukan pusat kendali pada sistem sekresi dalam, sehingga membuat hormon pengeluaran kelenjar gondok berlebihan. Kelenjar gondok merupakan organ penting dalam tubuh yang turut bermetabolisme, saat anda merasa sangat bersemangat itu artinya kelenjar gondok mendapat rangsangan, lama kelamaan dapat menimbulkan hyperthyreosis.

Keenam, Lambung, kekacauan kerja sel otak yang ditimbulkan dari emosi negatif memunculkan rangsangan pada saraf simpatik, dan secara langsung berefek pada pembuluh darah dan jantung, membuat jumlah darah di lambung dan usus berkurang, pristalsis menjadi lamban, nafsu makan menjadi buruk, getah lambung meningkat, jika parah dapat menyebabkan tukak lambung. Selain itu juga dapat mengeluarkan hormon menipu saraf sentral, membuat kita tidak nafsu makan, tepatnya yang sering disebut โ€œpelampiasan amarahโ€.

Ke-tujuh, paru-paru. Saat perasaan emosi negatif berkobar-kobar, darah yang mengalir setiap menit melalui jantung bertambah kencang, terhadap kebutuhan oksigen juga meningkat, dan kapasitas kerja paru-paru tiba-tiba meningkat. Selain itu, karena hormon berefek pada sistem saraf, membuat nafas terengah-engah, bahkan terjadi gejala pengambilan nafas yang berlebihan, gelembung paru terus meluas, tidak ada waktu untuk menyusut, dengan begitu otomatis tidak mendapatkan istirahat, dan suasaba rilekx yang sewajarnya, merusak kesehatan paru-paru.