Pemkot Sukabumi Dukung Terus Program Penurunan Stunting

oleh -

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kota Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang sesuai dengan ketetapan batas maksimal WHO yaitu di bawah 20 persen yakni 19,1 persen untuk nilai stunting. Bahkan pada 2024 mendatang ditargetkan persentase stunting turun menjadi 14 persen dan tersisa dua tahun lagi. Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi usai mengikuti Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Bergerak Tingkat Nasional di Kabupaten Subang secara virtual, di ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi (12/5/2022).

“Apel siaga pendamping keluarga ini sebagai bentuk dukungan serius dalam upaya percepatan penurunan stunting seperti yang ditargetkan,”ujarnya.

Para pendamping keluarga terdiri dari bidan, kader TP PKK, dan kader KB yang berikrar dengan semangat mengedepankan kepentingan masyarakat dalam melayani masyarakat. Tema Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak. Apel Siaga tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kepala BKKBN pusat, Gubernur Jawa Barat, serta 514 Kota dan Kabupaten se-Indonesia hadir secara virtual.

Fahmi juga mengatakan, apel secara nasional ini digagas untuk menumbuhkan semangat para pendamping keluarga dalam melakukan pendampingan kepada para calon keluarga dan calon pengantin untuk Ikhtiar mewujudkan zero stunting di Indonesia. Selain itu juga sebagai momentum Kick off Verifikasi dan Validasi data Keluarga yang beresiko stunting berdasarkan hasil dari pendataan tahun 2021.
Para pendamping keluarga jug berperan mendampingi calon pengantin pemeriksaan kesehatan tiga bulan pra nikah guna memastikan calon pengantin sehat lahir dan batin.

“Selain itu mereka juga mendampingi ibu hamil untuk memastikan mendapatkan pemeriksaan kesehatan termasuk asupan gizi dan bersalin di fasilitas kesehatan,”ungkapnya. (*)