Pelanggaran Ketentuan GSB dan GSS Ancaman Serius Daerah Aliran Sungai

oleh -

Wartawan Agus Setiawan
Editor Abil

Maraknya pelanggaran terhadap ketentuan garis sempadan bangunan (GSB) dan garis sempadan sungai (GSS) di Kota maupun Kabupaten Sukabumi, menjadi ancaman serius bagi lingkungan, terutama di daerah aliran sungai. Hal itu disampaikan Kepala UPTD PSDA Ws Cisadeo-Cibareno, Andria Hendraningrat, belum lama ini.

“Ya, dengan maraknya pelanggaran GSB san GSS ini bisa mengakibatkan banjir seperti bencana banjir bandang luapan Sungai Cisuda Baros Kota Sukabumi, beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut setidaknya jadi cacatan khusus bagi kami, untuk mengingatkan bahwa pelanggaran tersebut sangat merugikan banyak pihak,” kata Andria kata wartawan beberapa waktu lalu.

Untuk.mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana besar lanjut dia, membutuhkan kekompakan antara PSDA dan pihak terkait seperti, Karang Taruna dan Komunitas Pencinta Alam. Salah satunya dengan cara mengintensifkan penanaman bibit pohon yang dilakukan secara bersamaan.

“Untuk mengawasi pelanggaran GSB dan GSS pada bangunan ruko hingga pembangunan perumahan, kami harus gencar mengingatkan atau memberi pemahaman kepada para pelaku, bahwa ada sanksi hukumnya sesuai UU Nomor 17 tahun 2019, yang menentukan ada tindak pidana untuk pelanggar GSB maupun GSS,” tegasnya.

Berdasarkan regulasi, penentuan GSB dan GSS, sambung Andria, sudah dihitung berdasarkan formulasi yang ada sehingga keberadaan bangunan tidak mengganggu kelancaran aliran air sungai dan mengancam fondasi tebing sungai.

“Seharusnya warga yang akan mendirikan bangunan memperhatikan ketentuan dan peraturan tentang GSS dan GSB. Kalau itu tidak diperhatikan, bisa menyebabkan banjir dan longsor,” ujarnya.(*)