Abuya Mukhtar Memaafkan Pelaku Ujaran Kebencian pada Dirinya

oleh -
Pelaku ujaran kebencian P (26) kepada Abuya Mukhtar ketika berada dalam pengamanan jajaran Polsek Cikembar.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Ulama besar yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Annidzom Panjalu, Selabintana, Sukabumi  Abuya KH. Abdullah Mukhtar dengan besar hati memaafkan pelaku pembuat ujaran kebencian yang menghina dirinya di media sosial. Pengucapan untuk memaafkan pelaku disampaikan melalui saluran video call dengan pelaku.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah Nawirputra melalui KBO Satuan Reskrim Polres Sukabumi, Ipda Ruskan menjelaskan, ketika para santri yang akan membuat laporan ke Polres Sukabumi bersama keluarga Ponpes Annidzom, mereka mendapatkan sambungan telepon dari Abuya Mukhtar melalui putranya. Lalu Abuya  memerintahkan agar tidak tidak membuat laporan.

“Jadi beliau memaafkan pelaku dan tidak menginginkan pelaku diproses secara hukum. Abuya juga sempat melakukan video call dengan pelaku. Kemudian di situ pelaku meminta maaf kepada Abuya. Selanjutnya Abuya pun memaafkan perbuatan pelaku,” ujar Ipda Ruskan. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Polsek Cikembar Polres Sukabumi mengamankan terduga pelaku ujaran kebencian berinisial P (26) terhadap Abuya Mukhtar melalui Facebook. Oleh Polsek Cikembar, P diserahkan kepada Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut pada Jumat (11/2/2022).  Perkara tersebut langsung ditangani oleh Satreskrim Polres Sukabumi.

Berita terkait sebelumnya: Aparat Polsek Cikembar Amankan Pelaku Ujaran Kebencian pada Ulama

“Polsek Cikembar cepat tanggap atas kasus penghinaan terhadap ulama. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, Polsek Cikembar mengamankan P dan menyerahkannya kepada Polres Sukabumi,” ujarnya. 

Satreskrim Polres Sukabumi, kata Ipda Ruskan, langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi, mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga santri-santri termasuk pelaku. 

“Kami pun melakukan penyelidikan dengan memeriksa 5 orang saksi termasuk pelaku sehingga 6 orang yang kami periksa,” ucapnya. 

Meskipun sudah dimaafkan, P tetap diamankan di Polres Sukabumi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

“Pak Kapolres mengimbau masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial, hindari tindakan yang dapat membuat ujaran kebencian, terlebih ditujukan pada ulama atau orang alim,” kata Ipda Ruskan. (*)