Diduga Salah Peruntukan, Bangunan di Lahan Perhutani Diprotes Pemuda Cidadap

oleh -
Bangunan gedung yang dipermasalahkan para pemuda Kecamatan Cidadap karena terletak di atas lahan Perhutani.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Perwakilan pemuda Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi melancarkan protes terhadap kegiatan pembangunan gedung tempat usaha di atas lahan milik Perum Perhutani. Dalam melancarkan protesnya, mereka mendatangi Kantor Kecamatan Cidadap, Rabu (2/2/2022).

Kehadiran mereka diterima oleh Camat Cidadap Enang Hasirin, S.H. bersama unsur Muspika Cidadap. Di hadapan camat, para pemuda menyampaikan protes dan keberatannya terkait adanya kegiatan pembangunan di lahan Perhutani.

Para pemuda itu dampingi LSM Jatah yang diwakili Gani. Para pemrotes mendesak Camat Cidadap Endang Husairin untuk segera menghentikan pembangunan gedung di atas lahan Perhutani guna mencegah konflik.

“Kami harapkan Pak Camat segera mengambil langkah dan tindakan untuk mengantisipasi konflik terkait pembangunan gedung di atas lahan Perhutani,” kata Gani.

Perwakilan pemuda menyampaikan, harapan warga lahan tersebut dijadikan fasilitas umum seperti tempat olahraga sesuai usulan yang disampaikan Kantor Kecamatan Cidadap pada tahun 2020.

Rencananya lahan tersebut akan ditukar guling atau ruislag oleh Pemkab Sukabumi kepada Perhutani. Namun proses ruislagnya belum selesai. Jadi status lahan masih milik Perum Perhutani. Lahan tersebut sebelumnya dipermohonkan untuk lapangan sepak bola atau sarana olahraga.

Namun di tengah proses ruislag, seorang pengusaha memanfaatkan lahan untuk mendirikan bangunan gedung. Selentingannya gedung tersebut untuk apotik atau toko obat. Lokasinya persis di seberang Kantor Kecamatan Cidadap.  

Sebelumnya lahan tersebut dijadikan pasar domba oleh masyarakat. Namun kegiatan pasar hewan itu dibubarkan oleh Satpol PP dan Perhutani. Alasannya pasar domba itu tidak memiliki izin.

Selain itu garapan warga di sebelah timur kantor kecamatan juga tidak boleh digunakan. Selanjutnya lahan di sebelah timur itu dimanfaatkan untuk tempat budi daya ikan.

“Masyarakat yang sebelumnya bisa numpang  memenam pisang  sekarang sudah tidak boleh. Kami mohon Kantor Kecamatan Cidadap mengambil langkah dalam menghadapi kegiatan pembangunan gedung tersebut,” ujar salah seorang perwakilan pemuda.

Menjawab desakan para pemuda Camat Enang Hasirin mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan kegiatan pembangunan atau membongkar bangunan di atas lahan Perhutani. Sebab lahannya masih dalam proses tukar guling, belum seutuhnya milik Pemkab Sukabumi.

“Saya sudah beberapa kali menegur pengusaha pemilik bangunan itu. Namun teguran saya tidak dihiraukannya. Dari kemarin saya sudah meminta ada tindakan pihak Perum Perhutani terhadap kegiatan pembangunan itu, namun permintaan dari kami ini belum ada tindak lanjutnya,” kata Enang.

Di hadapan perwakilan pemuda, camat menelepon salah seorang kenalannya di Perum Perhutani. Dia sengaja memasang mode load spaeker agar terdegar oleh yang ada di ruang itu.

Dalam percakapannya Endang meminta pihak Perum Perhutani untuk segera mengambil tindakan agar tidak terjadi konlik antar warga. Dari seberang telepon terdengar jawaban yang menyatakan bahwa Perum Perhutani akan melayangkan surat kepada Kantor Kecamatan Cidadap yang isinya dapat menambah kekuatan bagi jajaran kecamatan untuk menghentikan aktivitas pembangunan gedung. (*)