Cukup Tunjukkan SPK, UMKM Mendapat Pinjaman dari Fasilitas Panon Jabar

oleh -
Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil meresmikan program Pendanaan Online Jawa Barat atau Panon Jabar untuk rekanan pengadaan barang dan jasa Pemprov Jabar, khususnya pelaku UMKM dan koperasi.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Para pelaku UMKM di Jawa Barat mendapat angin segar untuk mendapatkan pinjaman dengan cara yang cepat dan mudah dengan fasilitasi dari Pemprov Jabar. Fasilitas pinjaman itu bernama program Pendanaan Online Jawa Barat atau Panon Jabar.

Program Panon Jabar itu diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (31/01/2022). Para pelaku UMKM dan koperasi dapat mengikuti pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemda Provinsi Jabar ini dengan fasilitas permodalan dari Panon Jabar.  

“Fasilitas pinjaman online ini membuat demokratisasi bisnis. Panon Jabar memberikan kesempatan kepada UMKM dan koperasi untuk bertumbuh. Cukup dengan melampirkan bukti SPK atau Surat Perintah Kerja, PO (Purchase Order) atau kontrak kerja, UMKM dan koperasi bisa mendapat jaminan pinjaman untuk pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemprov Jabar,” kata gubernur.

Dalam menjalankan inovasi tersebut, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa, terutama bagi pelaku UMKM.

Gubernur juga menekankan jajarannya akan melakukan diseminasi penggunaan Panon Jabar kepada seluruh penyedia di lingkungan Pemprov Jabar. Hal ini penting agar para penyedia barang dan jasa mengetahui tata cara penggunaan Panon Jabar sehingga ke depan dapat digunakan untuk kebutuhan pendanaan ketika menjadi rekanan pemerintah daerah.

Pada peluncuran Panon Jabar tampak hadir Deputi Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP Gatot Pambudhi Putranto, Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan OJK RI Tris Yulianta, Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi, Direktur Bank BJB, Advisor Garuda Financial Agus Prabowo (Kepala LKPP 2015-2018), serta para pelaku usaha. (*)