Wali Kota Mengajak Warga Kecamatan Cibeureum untuk Mempercepat Laju Pembangunan

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi dalam pembukaan Musrenbang Kecamatan Cibeureum dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2023.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi mengajak masyarakat Kecamatan Cibeureum untuk ikut serta mempercepat laju pembangunan. Selama dua tahun yakni 2020 dan 2021, laju pembangunan secara nasional termasuk di Kota Sukabumi mengalami hambatan akibat merebaknya wabah Covid-19.

“Kita harus mengejar ketertinggalan itu dengan ikut melakukan percepatan pembangunan. Kalau tidak ikut, kita akan tertinggal,” kata wali kota pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cibeureum tahun 2022 dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2023 di Kantor Kecamatan Cibeureum, Selasa (25/1/2022).

Pada musrenbang itu hadir selaku tuan rumah Camat Cibeureum Dian Andriani beserta unsur Muspika Cibeureum, para lurah, dan sejumlah elemen warga hingga pengurus RW.

Wali kota mengatakan, pembangunan pada tahun 2021 mengalami banyak hambatan dan kesulitan akibat gelombang kedua pandemi. Namun, alhamdulillah, ujar dia,  di akhir 2021 Kota Sukabumi bisa menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur dan sarana penting seperti Alun-Alun, Lapangan Merdeka, Jalur Pedestrian Ahmad Yani, Pasar Lembursitu, dan Mall Pelayanan Publik. 

“Pembangunan berbagai sarana dan perasarana itu dalam upaya mencapai kualitas kehidupan masyarakat yang unggul dan sejahtera,” tuturnya.

Musrenbang, lanjut dia, merupakan bagian dari proses pembangunan yang melibatkan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan.  Momen Musrenbang ini penting untuk menentukan arah pembangunan pada 2023 yang melibatkan partisipasi warga.

Dia mengharapkan warga jangan pernah merasa letih dengan aspirasi yang belum terealisasikan. Usulan yang belum tertampung tahun depan akan diusulkan lagi untuk tahun berikutnya. Musrenbang harus dijadikan ajang penyaringan dan penjaringan antara keinginan dan kebutuhan masyarakat.

Di Musrenbang, para peserta harus ikut menyaring untuk dimasukkan ke dalam skala prioritas tingkat kecamatan.

Musrenbang merupakan ajang untuk menampung dan mewujudkan usulan masyarakat dan para pemangku kepentingan pembangunan. Contoh dalam Musrenbang ada yang minta kenaikan dana P2RW (Program Pemberdayaan RW), itu baru bisa terwujud pada tahun 2022 dari Rp20 juta menjadi Rp25 juta.

Begitu usulan kenaikan dana insentif ketua RT dan ketua RW, pada tahun 2022 direalisasikan kenaikannya yakni naik dari Rp 250 ribu menjadi Rp 350 ribu untuk ketua RW dan dari Rp150 ribu menjadi Rp 250 ribu untuk ketua RT per bulan.

“Pada tahun ini ada pembangunan dan pengembangan 10 pusat ekonomi baru pasca pandemi yang salah satunya kampung tematik Kampung Koi di Cibeureum,” kata Fahmi. (*)