Kota Sukabumi Harus Punya Depo Arsip yang Bisa Diakses Masyarakat

oleh -
Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Sukabumi Adas Nur Alamsyah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Sudah saatnya kota memilik depo arsip yang menghimpun segala jenis arsip pemerintahan dan pembangunan dari zaman bihari sampai masa kini yang bisa diakses oleh masyarakat. Sampai sekarang sistem kearsipan di Kota Sukabumi belum sesuai standar karena tidak dapat diakses oleh publik.

“Masyarakat belum bisa mengakses arsip di Kota Sukabumi karena belum terkumpul dengan lengkap dan belum terkelola dengan baik,” kata Kepala Bidang Kearsipan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Sukabumi Adas Nur Alamsyah kepada wartawan, Selasa (25/01/2022).

Pemerintah telah menetapkan standar bangunan dan sistem pengelolaan depo arsip. Dalam hal ini desain dan struktur bangunan serta tata pola penyimpanan dan pengelolaan depo arsip harus mengikuti standar dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.

Bentuk bangunan depo arsip, lanjut Adas, harus dibuat sedemikian rupa sehingga masyarakat bisa mengakses dokumen-dokumen lawas yang ada di dalamnya. Depo Kota Sukabumi, kata dia, belum bisa memberikan pelayanan seperti itu karena koleksi dokumennya harus dilengkapi dulu dan pengelolaan belum memenuhi standar.

“Tugas Depo Arsip Kota Sukabumi adalah memberikan pelayanan arsip statis untuk masyarakat,” ujar dia.

Mudah-mudahan, kata Adas, dalam waktu 3 atau 4 tahun ke depan Kota Sukabumi telah memiliki gedung arsip yang memenuhi standar dari pemerintah.  Setelah gedung itu jadi, depo arsip dapat membuka akses untuk masyarakat kepada koleksi arsip yang tersedia.  

Depo Arsip Kota Sukabumi menyimpan arsip yang berasal dari tahun 1952 sampai tahun 1980. Adas dan jajarannya masih terus mengumpulkan arsip-arsip dari tahun 1980-an hingga sekarang.

“Harapan kami Kota Sukabumi bisa segera memiliki depo arsip yang dapat melayani masyarakat,” ujar Adas. (*)