Pasar Kaget Jalan Cimalati Datangkan Rezeki bagi Warga

oleh -
Warga menikmati akhir pekan di jalur Jalan Cimalati Cicurug dengan senam pagi dan berbelanja di pasar kaget.

Wartawan Reno Erwan Rusmawan

Editor Wawan AS

Rutinitas di Jalan Cimalati, Cicurug, Kabupaten Sukabumi tiap akhir pekan membawa berkah dan mendatangkan rezeki bagi warga sekitar. Di tempat ini pada hari Ahad terbentuk pasar kaget di sepanjang jalan yang melayani warga yang sedang beraktivitas olahraga.

Para pedagang menggelar lapak di pinggir jalan. Mereka berdesakan dengan warga yang lalu lalang di sepanjang jalan. Kesibukan pedagang dan warga yang berjalan kaki hampir menutup badan jalan. Mereka menawarkan aneka barang antara lain makanan, pakaian, mainan, peralatan rumah tangga, dan mainan anak.

Titik kesibukan warga terletak kira-kira 1 kilometer dari jalan nasional. Kepadatan lapak pedagang dan warga memanjang mulai pertigaan ke arah Taman Rekreasi Cimalati ke jalan alternatif menuju Bogor yang tembus ke Jalan Siliwangi Cicurug. Posisi pasar kaget di Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug.

“Pasar kaget ini sudah berjalan sebelum ada Covid-19. Berhenti dulu setelah ada wabah Virus Corona. Namun menjelang akhir tahun 2021 berjalan kembali,” ujar seorang warga kepada wartawan, Ahad (16/1/2022).

Kehadiran pasar dadakan ini memberikan keuntungan kepada pengelola. Selain itu, warga yang mempunyai pekarangan rumah dapat membuka jasa parkir kendaraan milik warga yang beraktivitas olahraga di lokasi tersebut.

Seorang warga yang rumahnya di dekat pasar kaget menyediakan halaman rumahnya untuk tempat parkir. Pendapatannya lumayan juga yakni sekitar Rp300 ribu dalam satu putaran kegiatan pasar kaget. Hasil pungutan parkir itu dibagi rata dengan dua anak muda yang membantunya.

“Saya juga menyediakan halaman rumah untuk senam pagi. Pembimbingnya anak saya yang bekerja di Jakarta. Setiap akhir pekan dia pulang ke Cicurug. Latihan senam ini gratis. Setelah senam ibu-ibu itu langsung berbelanja,” kata dia.

Warga yang lain juga menyediakan halaman rumahnya untuk parkir. Mereka mendapatkan uang parkir yang dibagikan dengan warga sekitar yang ikut mengatur dan menjaga kendaraan. (*)