Menteri Desa Banggakan Inovasi Bumdes Cikahuripan

oleh -
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar (kanan) disambut Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman ketika berkunjung ke Bumdes Sumber Kahuripan di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) RI, Abdul Halim Iskandar menyatakan kebanggaan atas inovasi yang dikembangkan oleh Bumdes Sumber Kahuripan di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cidolok, Kabupaten Sukabumi. Bumdes Sumber Kahuripan sukses mengembangkan inovasi IT berupa jaringan internet untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan Menteri Desa itu disampaikan saat meninjau Bumdes Sumber Kahuripan, Jumat (14/1/2022). Dalam kunjungan itu, Abdul Halim didampingi Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman.  

Inovasi IT di Desa Cikahuripan, ujar dia, benar-benar sangat membanggakan. Kehadiran inovasi ini dapat melahirkan harapan baru bagi pengembangan berbagai usaha yang dikelola oleh Bumdes Sumber Kahuripan. Menteri berjanji akan menjadikan inovasi di bidang IT itu sebagai percontohan bagi seluruh desa di Indonesia.

“Kementerian akan pesan 4 unit inovasi ini. Nanti akan dipasang di kantor. Kami akan menawarkan kepada tamu-tamu yang datang ke Kementerian Desa,” ujar Abdul Halim.

Di tempat kunjungan, Menteri Desa menyaksikan penandatangan MoU antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Agro Sukabumi Mandiri dengan Bumdes Gunung Karamat untuk pengembangan budi daya dan pemasaran kopi. 

Dia mengapresiasi langkah Pemkab Sukabumi dalam menggali potensi desa yang dikerjasamakan dengan badan usaha.

Di tempat yang sama Sekda Ade mengatakan, potensi Bumdes di Desa Cikahuripan cukup baik. Bumdes Sumber Kahuripan menghasilkan produk-poduk antara lain abon ikan, kopi barista, dan jaringan internet.

“Alhamdulillah hari ini Pak Menteri Desa bisa hadir di Kabupaten Sukabumi untuk meninjau bumdes secara langsung. Pak Menteri tertarik dengan produk-produk dari bumdes,” ujar Ade. (*)