Menggedor Pintu Langit, Para Pejuang Dakwah Menggelar Shalat Tahajud Bareng di Masjid Agung

oleh -
Para peserta Shalat Tahajud Bareng Menggedor pintu langit dari berbagai komunitas pejuang dakwah di Masjid Agung Kota Sukabumi.

Wartawan Ujang Ferdi Ferdiansyah

Editor Wawan AS

Para pejuang dakwah yang selalu merindukan rido dan karunia Allah SWT menggelar shalat tahajud bersama-sama untuk menggedor pintu langit dalam rangka meraih kemenangan di mata Sang Khalik. Mereka menghabiskan malam hingga menjelang siang di Masjid Agung Kota Sukabumi dari Jumat hingga Sabtu, 14-15 Januari 2022.

Pada kegiatan itu, para pejuang dakwah juga menggelar kajian, diskusi, dan sharing session yang menghadirkan narasumber berkompeten. Puncaknya mereka bersimpuh di hadapan Allah SWT untuk memohon keridoan, kemenangan, dan keselamatan dunia akhirat.

Beberapa komunitas dan organisasi yang terlibat pada aksi rohani ‘Shalat Tahajud Bareng Menggedor Pintu Langit’ itu antara lain Bang Japar indonesia, Bikers Subuhan, Hijrah Squad, Sahabat Kristiawan Peduli (SKP), Provash (Provokator Amal Soleh), Pesantren Baitul Hamdi, Salim, Masyarakat Tanpa Riba, Team Cekrek, Mediator Squad, dan Gempis (Generasi Milenial Peduli Sukabumi).

Acara dimulai pukul 02.00 WIB ketika sebagian warga Sukabumi sedang tertidur lelap di bawah selimut. Jumlah pesertanya mencapai kira-kira 100 orang yang berasal dari kalangan pimpinan, pengurus, dan anggota organisasi yang terlibat sebagai partisipan.

Pada kegiatan ibadah itu, Ketua Umum BJI Presidium Daerah Sukabumi Raya, Budhy Lesmana menyampaikan prolog untuk mengantarkan para peserta ke dalam rangkaian acara.

Sementara kajian-kajian disampaikan oleh  Ustadz Abdul Lathif dari Ponpes Baitul Hamdi, Ustadz Dede Baharsyah dari Ponpes Mahabbah, dan Ustadz Ahmad Amin dari Masyarakat Tanpa Riba (MTR).

Di ujung kegiatan para peserta meneken dan mengucapkan komitmen untuk melaksanakan syiar Islam dan dakwah islamiyah melalui Tahajud Bareng Menggedor Langit secara konsisten dan berkelanjutan.

Salah satu narasumber Ustadz Abdul Latif dari Pondok Pesantren Baitul Hamdi mengatakan, para pejuang yang berada di Masjid Agung Kota Sukabumi sukses mengisi dan menghabiskan malam dengan ibadah untuk bermunajat dan berdoa. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga di tempat ibadah untuk meraih rido Allah SWT.   

Ustadz Rizki dari Hijrah Squad mengatakan bersyukur melalui kegiatan tersebut para penggerak dakwah terus bersinergi dalam bidang kebaikan. 

Adapun Aga dari Hijrah Squad yang sehari-hari giat bermain musik menyatakan, kegiatan qiyamul lail seperti selain dapat menjadi ajang silaturahmi juga bisa menjadi tempat untuk menanamkan kebaikan kepada generasi muda seperti dirinya. Dia harapkan semua peserta bisa istiqomah dan terus berjuang di jalan Allah SWT.

Kristiawan Saputra dari Sahabat Kristiawan Peduli mengingatkan sebaiknya Masjid Agung Kota Sukabumi tidak tidak ramai di luar tetapi sepi di dalam. Di luar banyak orang berfoto-foto selfie untuk mengejar target viral, sementara di dalam sedikit sekali yang melaksanakan ibadah. (*)