PGRI Hadapi Tantangan dalam Pelaksanaan PTM Terbatas

oleh -
Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (kelima dari kiri) pada pembukaan konferensi kerja I PGRI Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) harus menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan yang terjadi di dunia pendidikan. Dua tantangan besar yang harus dihadapi adalah penerapan kurikulum baru serta proses belajar mengajar setelah bisa dilakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Setelah kasus Covid-19 menurun, para guru harus menghadapi tantangan dalam menerapkan PTM.

Hal itu dikatakan Wali Kota, H. Achmad Fahmi ketika membuka konferensi kerja I  PGRI Kota Sukabumi tahun 2021 bertempat di SMKN 1 Kota Sukabumi, Rabu (29/12/2021). Pada konferensi itu hadir Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat dan jajaran pengurusnya. 

Sesudah masa belajar di rumah (BDR) secara online mulai dikurangi, ujar dia, para guru harus bersiap-siap dengan PTM. Tantangannya banyak karena selama ini mereka menyampaikan pelajaran secara BDR. Jadi harus ada adaptasi-adaptasi terhadap perkembangan terbaru.

“Kami harapkan konferensi ini dapat menghasilkan rencana kerja tahun 2022 yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan serta mempersatukan tenaga kependidikan,” kata Fahmi.

Sementara itu Ketua PGRI Kota Sukabumi, Saepurahman Udung mengatakan konferensi dimanfaatkan pula untuk mengevaluasi kinerja PGRI tahun 2021. Selain itu pula berbagai saran seperti dari pengurus cabang akan ditampung dalam konferensi untuk menjadi pertimbangan perencanaan program tahun 2022. (*)