BPBJ Kota Sukabumi Tuntaskan 47 Tender Proyek, Plus 5 Paket dari Provinsi

oleh -
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Sukabumi, Novian Restiadi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Sukabumi selama periode Januari hingga Oktober 2021 telah menuntaskan tender 47 paket proyek yang dibiayai APBD Kota Sukabumi tahun 2021. Pada tahun 2021 semuanya ada 52 proyek, lima proyek berasal dari Pemprov Jabar.  

Untuk 47 paket tender yang dikelola oleh BPBJ Kota Sukabumi, tahapannya sudah selesai semua. Saat ini sedang dalam masa pelaksanaan kontrak. Ada di antaranya telah selesai dikerjakan, sebagian masih dalam tahapan pencairan.

“Pada akhir tahun 2021 ada usulan tender cepat pengadaan alat kantor Sekretariat DPRD Kota Sukabumi. Nilainya Rp350 juta. Pengajuannya belum lama. Kami sudah melakukan rapat persiapan untuk proses tendernya. Insya Allah kurang lebih satu minggu selesai,” kata Kepala BPBJ Setda Kota Sukabumi, Novian Restiadi kepada wartawan lewat telepon seluler, Kamis (25/11/2021).

Paket proyek yang tendernya oleh BPBJ Jawa Barat antara lain pembangunan penataan Alun-alun terintegrasi, pembangunan Pasar Lembursitu, dan pembangunan Rumah Sakit Al-Mulk, sisanya paket jasa konsultasi pengawas untuk Alun-alun dan Pasar Lembursitu.

Dari 52 paket tender di Kota Sukabumi total pagu anggarannya senilai Rp85.813.681.888. dan nilai setelah kontrak Rp69.242.122.644, otomatis ada efisiensi dari pelaksanaan kegiatan senilai Rp 16.571.559.244.

“Dari keseluruhan tender di Kota Sukabumi, semuanya sudah sesuai target dan kegiatannya berjalan lancar dalam arti tidak ada gagal tender atau harus diulang,” tutur Novian.

Guna menjalankan tupoksinya terkait pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa, pada akhir tahun 2021 BPBJ akan melakukan road show ke setiap SKPD untuk sharing informasi terkait rencana kegiatan pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2022.

“Pengadaan barang dan jasa itu dinamis sifatnya, banyak hal yang berubah seiring perkembangan zaman. Sekarang BPBJ arahnya ke e-purchasing. Jadi ada seleksi, klarifikasi, dan evaluasi terhadap kualifikasi perusahaan untuk ikut e-purchasing,” terang Novian.

Untuk e-purchasing sendiri nantinya ada E-katalog dan Toko Daring. Kegiatan road show akan menginformasikan e-purchasing untuk mendorong SKPD melakukan pengajuan usulan tender di awal tahun.

“Kaitan road show yang kita lakukan itu hubungannya dengan rencana pengadaan. Nanti setidaknya SKPD sudah tahu apa yang dibelanjakan, sudah dipilah-pilah proses pengadaannya, apakah swakelola atau dengan penyedia,” jelas Novian. (*)