DLH Gelar Pemeriksaan Kendaraan, 99 Persen Lulus Uji Emisi

oleh -
Kegiatan uji emisi di Terminal Tipe C Jalur Kota Sukabumi dengan leading sector Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Kasi Pencemaran Lingkungan pada DLH Kota Sukabumi, Henry Dwi Hikmawan memberikan keterangan pers seputar pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi melalui Bidang Pengendalian,  Pengawasan, dan Pencemaran Lingkungan menggelar uji emisi kendaraan di Terminal Tipe C Jalur, Rabu (24/11/2021). Uji emisi dilakukan selama dua hari sampai dengan Kamis besok.

Dalam kegiatan tersebut, para petugas mengarahkan kendaraan ke tempat uji emisi. Lalu mereka melakukan uji emisi terhadap asap yang keluar dari knalpot kendaraan. Setelah itu para petugas memperlihatkan hasil uji emisi kepada pemilik kendaraan.

Hasil uji emisi kendaraan yang dilakukan hari ini, hanya kurang lebih satu persen kendaraan yang dinyatakan tidak lulus uji emisi. Selebihnya 99 persen lulus uji emisi. Kendaraan yang tidak lulus keluaran di bawah tahun  2000.

“Terhadap pemilik kendaraan yang tidak lulus uji emisi, kami hanya memberi teguran dan mengimbau untuk melakukan perawatan berkala kendaraannya,” kata Kasi Pencemaran Lingkungan pada DLH Kota Sukabumi, Henry Dwi Hikmawan.  

Tujuan uji emisi ini untuk  mengetahui dan menjaga kualitas baku mutu udara di wilayah Kota Sukabumi, ujar dia. Sejauh ini berdasarkan hasil uji emisi sebelumnya, baku mutu udara di Kota Sukabumi masih terbilang baik, tidak ada pencemaran udara yang siginifikan dan mengganggu kualitas udara. 

Selain melakukan uji emisi kendaraan bermotor, lanjut Henry, jajarannya juga melakukan uji udara ambien di permukiman serta lingkungan perdagangan dan industri.  

Polusi udara, katanya,  bisa dipicu oleh sumber yang bergerak maupun tidak bergerak. Sumber bergerak bisa berupa kendaraan bermotor dan tidak bergerak antara lain cerobong asap di pabrik dan industri.

“Hasil pengawasan kami dari tahun kemarin dan tahun ini, polusi dari cerobong asp pabrik relatif aman. Di sisi lain kami terus melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha agar tetap memenuhi baku mutu udara yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup,” terangnya.

Ke depannya DLH berencana akan mengajukan diberlakukannya aturan atau kebijakan: kendaraan bermotor yang masuk ke wilayah Kota Sukabumi harus lulus uji emisi. Aturannya bisa berupa peraturan wali kota atau peraturan daerah. Rencana ini akan menjadi bahan kajian DLH untuk menjaga baku mutu udara.

“Saat ini kajian tersebut dalam tahap perencanaan, kami masih menyusun draftnya. Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya para pelaku usaha untuk tetap memperhatikan baku mutu udara pada asap kendaraan dan cerobong asap,” ucapnya.

DLH juga terus mengimbau masyarakat yang memiliki kendaraan agar melakukan servis rutin untuk menjaga tingkat emisi asapnya. Lakukan pengujian emisi secara berkala.

“Kami terus berkomitmen akan melakukan pengujian emisi setiap tahun yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian,” kata Henry. (*)