Pemkot Sukabumi Segera Terapkan Digitalisasi Pajak dan Retribusi Daerah

oleh -
Rapat percepatan digitalisasi pendapatan daerah yang diselenggarakan oleh BPKAD Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pemkot Sukabumi dalam waktu dekat akan menerapkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Dalam hal ini digitalisasi diterapkan secara menyeluruh untuk menggali potensi-potensi pajak daerah dan retribusi daerah.

Hal itu dikatakan Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Sukabumi  Iskandar Ifhan pada rapat percepatan digitalisasi pendapatan daerah yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Senin (22/11/2021).

“Digitalisasi merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Pemkot Sukabumi sudah mempunyai roadmap untuk penerapan digitalisasi pendapatan daerah,” kata Iskandar.

Beberapa langkah dalam roadmap digitalisasi pendapatan daerah tercantum rencana sentralisasi data atau pembangunan big data mengenai potensi pendapatan daerah. Kemudian pengembangan pasar digital, termasuk digitalisasi dalam sektor pariwisata.

Pada rapat itu BPKAD juga menghadirkan narasumber Kepala Cabang Bank BJB Sukabumi.

Kepala BPKAD Kota Sukabumi, Andang Cahyadi menerangkan, Pemkot Sukabumi telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah.

Langkah yang telah ditempuh dalam digitalisasi pendapatan daerah adalah pemanfaatan aplikasi Pantas (Pajak Online Kota Sukabumi) yang rencananya akan dikembangkan untuk bisa menaungi pajak dan retribusi daerah. Kemudian penggunaan QRIS dalam pembayaran uji kir kendaraan yang telah terbukti menaikkan pendapatan daerah. (*)