Sekda Bahas Penjajakan Investasi Dana Haji untuk BUMD

oleh -
Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman (tengah) bersama Kepala Divisi Investasi BPKH Imam Nimatullah menjadi pembicara utama dalam FGD penjajakan investasi dana haji di Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Reno Erwan Rusmawan

Editor Wawan AS

Pemkab Sukabumi melalui Sekda Ade Suryaman menjajaki peluang investasi untuk BUMD dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Penjajakan kerja sama investasi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemkab Sukabumi dan BPKH di Aula Taman Rekreasi Cimelati, Cicurug, Senin (22/11/2021).

Pada FGD itu, BPKH diwakili  Kepala Divisi Investasi, Imam Nimatullah. Kedua pihak sebagai partisipan FGD menjelaskan posisi dan perannya masing-masing dalam penjajakan kerja sama tersebut. Pemkab Sukabumi membuka peluang untuk investasi dari pihak ketiga bagi BUMD, sedangkan BPKH menyiapkan skema investasi dari dana haji yang diperbolehkan peraturan perundang-undangan.

Dalam paparannya, Imam menyanpaikan, BPKH dapat melakukan kerja sama dengan pihak swasta atau pihak manapun termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut bertujuan untuk berinvestasi produktif dan optimal sesuai dengan prinsip syariah.

Ketentuan itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. Berdasarkan UU 34/2014 itu, BPKH merupakan lembaga yang mengelola dana haji milik jamaah. Setoran dana haji yang terhimpun kemudian dikelola pada investasi yang produktif.

“BPKH  didirikan untuk meningkatkan kualitas  penyelenggaraan ibadah haji, mewujudkan rasionalisme dan efisiensi serta mengoptimalkan manfaat dana haji bagi kemaslahatan umat Islam,” jelasnya.

Sementara itu Sekda mengharapkan FGD dengan BPKH bisa menghasilkan langkah taktis investasi dana haji untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Sukabumi yang masih terkendala akibat pandemi.  

“Dampak pandemi membuat perjalanan sektor ekonomi melambat karena itu butuh intervensi dari seluruh stakeholder. Mengenai investasi produktif dalam pelaksanaanya harus aman dan nyaman serta perlu pengkajian mendalam,” ujar dia.

Melalui BUMD, lanjut dia, penyertaan modal sebagai investasi produktif harus dapat meningkatkan perekonomian daerah secara signifikan. Dua sektor unggulan di Kabupaten Sukabumi yaitu pariwisata dan agribisnis akan diupayakan mengalami peningkatan di waktu yang akan datang.

Sekda menambahkan, BUMD  memiki tiga tujuan yang harus dilaksanakan yaitu memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah, menyelenggarakan pemanfaatan umum berupa barang jasa yang bermutu, dan memberikan laba bagi daerah. (*)