Santri Baitul Quran Mendapat Pelajaran Tambahan Budi Daya Lebah Trigona

oleh -
Para santri Baitul Quran Daarut Tauhid menyiapkan bunga yang merupakan salah satu bagian dari sistem budi daya lebah Trigona.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Para santri yang menuntut ilmu di Baitul Quran Daarut Tauhid (DT) Sukabumi mendapat pelajaran tambahan budi daya lebah Trigona. Dengan pelajaran tambahan ini, para santri bisa belajar dan praktik budi daya lebah yang madunya terkenal berkualitas tinggi.

Informasi dari internal Baitul Quran DT menyebutkan, pembudidayaan lebah Trigona tersebut merupakan hasil kerja sama antara tiga pihak yaitu PT Paragon, DT Peduli, dan Baitul Quran DT. Lokasi budi dayanya di lingkungan Baitul Quran DT di Jalan Cobra Subangjaya, Kota Sukabumi. 

Pelajaran tambahan tersebut dapat menambah pengetahuan praktis para santri seputar teknik beternak lebah. Kegiatan ini dimulai persiapannya sejak Agustus 2021 sampai Desember 2021. Penerima manfaatnya santri dan warga yang tinggal di sekitar Baitul Quran DT.

Tujuan program tersebut antara lain untuk memberikan pembelajaran tambahan kepada santri dan warga sekitar Baitul Quran mengenai budi daya lebah Trigona, tata cara melestarikan lebah Trigona, dan membuat lingkungan semakin asri dan sedap dipandang mata.

Salah seorang santri Baitul Quran DT, Meli mengatakan, dirinya merasa sangat bahagia dan senang bisa belajar budi daya lebah Trigona yang akan menghasilkan madu. Dia senang karena akan menjadi bagian dari proses produksi madu yang di dalam Al-Quran disebut sebagai obat bagi semua jenis penyakit.

“Saya senang bisa mendapatkan pelajaran tambahan budi daya madu. Nanti setelah lulus dari Baitul Quran, saya yakin pelajaran ini sangat berguna untuk menunjang kehidupan saya,” ujar Meli kepada wartawan, Selasa (16/11/2021).

Manfaat madu, ujar dia, tidak hanya sebatas untuk tujuan kesehatan, tetapi juga memiliki kegunaan dalam pengolahan makanan. Dia mengucapkan terima kasih kepada PT Paragon yang sudah memberikan donasi untuk program pemberdayaan santri dan warga melalui budi daya lebah Trigona. (*)