Kibarkan Semangat Syiar Islam, YLBI Selenggarakan Muludan di Cisolok

oleh -
Masyarakat yang menghadiri kegiatan Muludan di Sekretariat YLBI di Kampung Cioray, Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Semangat ukhuwah dan syiar Islam di lingkungan YLBI (Yayasan Lentera Berita Indonesia) tidak pernah padam. Yayasan ini terus mengobarkan semangat ukhuwah dan syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut Muludan.

Tahun ini yayasan tersebut menyelenggarakan Muludan di Sekretariat YLBI di Kampung Cioray RT 05 RW 04 Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (13/11/2021) malam. Pada acara itu, YLBI menghadirkan penceramah kondang Ustadz Geledeg.

Sejak acara dimulai selepas shalat Isya, masyarakat yang tinggal di Desa Wangunsari dan sekitarnya ramai-ramai memenuhi tempat acara Muludan. Ketua Umum YLBI,  Samsul Rizal Hidayat, S.H. menyambut setiap tamu yang datang dengan segala keramahtamahan dan penghormatan selaku tuan rumah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan silaturahmi kami dengan masyarakat dan para tokoh. Selain itu untuk menyemarakkan syiar Islam,” kata Smasul dalam sambutannya.

Dia mengharapkan seluruh hadirin dapat memetik manfaat dan hikmah dari kegiatan yang diselenggarakannya. Samsul juga memohon permintaan maaf jika dalam penyambutan dan acara Muludan tersebut terdapat berbagai kekurangan.

“Mari kita tingkatkan silaturahmi untuk menjaga persatuan dalam semangat Islam,” ujarnya.

Tema kegiatan Muludan itu berbunyi: “Eratkan Ukhuwah dalam Berjihad Menggali Apinya Islam dengan Meneladani Akhlak Rasulullah”. Di tempat acara tampak hadir unsur Muspika Cisolok, Kepala Desa Wangunsari, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para undangan. YLBI juga mempersembahkan penampilan Tim Hadroh Al-Qosam.

Dalam ceramahnya, Ustadz Geledeg mengupas hikmah Muludan dari sisi keteladanan Nabi Muhammad SAW. Dia mengajak umat Islam untuk berusaha meniru tingkah laku dan perbuatan Nabi sebagai pribadi yang paripurna dalam representasi akhlakul karimah. (*)