Targetkan 80 Persen, Desa Munjul Sukabumi Gencarkan Vaksinasi

oleh -
Pelaksanaan vaksinasi di Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi digencarkan untuk mencapai target 80 persen.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Pemdes Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai target 80 persen dari sasaran. Guna mewujudkan target tersebut, Pemdes Munjul bekerja sama dengan TNI, Polri, dan unsur Pemkab Sukabumi dalam melancarkan vaksinasi hingga ke pelosok desa.

“Kami akan terus menempuh berbagai strategi untuk menarik minat warga desa kami agar mau divaksinasi. Kami mentargetkan vaksinasi sebanyak 80 persen sasaran dalam waktu dekat ini,” kata Kepala Desa Munjul, Eman Sulaeman ketika monitoring vaksinasi di Balai Desa Munjul, Jumat (12/11/2021) siang.

Dalam vaksinasi itu, Kades Eman melakukan monitoring bersama Babinsa Munjul Serda Edi Sukoyo. Adapun tim vaksinatornya berasal dari tenaga kesehatan Puskesmas Ciambar.  

Dalam vaksinasi itu Pemdes Munjul mengundang warga sebanyak-banyaknya untuk mengikuti vaksinasi. Eman mengharapkan target yang ditetapkan dapat tercapai tidak lama lagi.

“Kalau hari ini belum mencapai target yang kami tetapkan, kami akan melanjutkan vaksinasi dengan strategi door to door yakni mendatangi tempat tinggal warga,” ujar Eman.

Berdasarkan pantauan di lapangan, semua warga yang mengikuti vaksinasi dan tim tenaga kesehatan (nakes) memakai masker. Para peserta duduk dengan menjaga jarak ketika berada dalam antrean. Mereka juga menempuh prosedur pemeriksaan suhu tubuh dan mencuci tangan dengan handsanitizer. Para peserta juga mengikuti mekanisme skrining kesehatan. 

“Program vaksinasi ini dilakukan secara proporsional antara peserta umum dan warga lanjut usia atau lansia. Vaksinasi untuk lansia juga terus kami gencarkan,” tutur Eman.

Sementara itu salah seorang peserta vaksinasi Usep menyatakan lega setelah mengikuti vaksinasi di Balai Desa Munjul. Sudah lama dia ingin divaksin, tapi selama ini terkendala jarak karena harus pergi ke puskesmas.

“Makanya ketika ada vaksinasi di balai desa, saya langsung daftar. Para tetangga saya juga ikut mendaftarkan diri,” kata Usep. (*)