Sekali Langkah, Pemdes Nagraksari Bagikan BLT dan Tuntaskan Vaksinasi untuk Warga Lansia

oleh -
Para penerima BLT DD di Desa Nagraksari menunggu giliran untuk menerima bantuan dan mengikuti vaksinasi Covid-19

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Pemerintah Desa (Pemdes) Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggelar pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa (DD) untuk bulan ke- 11. Pembagian dana BLT itu disertai dengan gerakan sapu bersih bagi warga yang belum divaksin Covid-19, khususnya kalangan warga lanjut usia (lansia).

Pembagian dana BLT itu diselenggarakan di aula balai desa Nagraksari, Kamis (4/11/2021). Pada waktu yang bersamaan, Pemdes Nagraksari bersama tim vaksinator dari Puskesmas Jampangkulon menggelar vaksinasi untuk warga lansia yang belum divaksin.

Secara simbolis, pembagian BLT dilakukan oleh Kepala Desa Nagraksari, Nurman Saleh, A.Ma. Di lokasi pembagian BLT dan vaksinasi tampak hadir Kasi Sosbud Arip Soleh, S.IP.  dari Kantor Kecamatan Jampangkulon sebagai tim monitoring.

Setelah itu para penerima BLT yang jumlahnya mencapai 135 kepala keluarga satu per satu mengambil haknya. Mereka yang belum divaksin harus mengikuti tahapan-tahapan vaksinasi hingga tuntas. Sementara penerima yang telah divaksin dipersilakan meninggalkan balai desa.

“Jumlah penerima BLT yang divaksin di tempat pembagian mencapai puluhan orang. Kami mentargetkan semua warga Desa Nagraksari harus menerima suntukan Vaksin Covid-19,” kata Nurman.

Penyerahan dana BLT di aula Desa Nagraksari menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sebelum menerima suntikan Vaksin Covid-19, warga harus mendatangi empat meja. Mereka datang ke meja pertama untuk pendaftaran dan verifikasi data calon penerima vaksin.

Lalu ke meja dua untuk skrining atau pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya meja tiga untuk vaksinasi dan meja empat untuk observasi setelah penyuntikan vaksin. Para peserta menjalani skrining kesehatan yang dilaksanakan secara cermat dan hati-hati oleh tim medis dari Puskesmas Jampangkulon.

Selama mengikuti vaksinasi tersebut, pelaksana dan peserta menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Mereka memakai masker dan menjaga jarak ketika berada di dalam antrean. Warga juga mencuci tangan sebelum dan sesudah berada di ruang vaksinasi.  

“Berdasarkan informasi yang kami terima, vaksin yang diberikan kepada warga di desa kami telah dijamin Keamanannya oleh BPOM dan kehalalannya oleh MUI pusat,” kata Kades Nurman. 

“Kami akan terus melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah untuk mencapai vaksinasi 100 persen bagi warga yang harus menerima suntikan Vaksin Covid-19,” tambahnya. (*)