STISIP Syamsul Ulum Selenggarakan Pendalaman dan Praktik Ibadah untuk Mahasiswa

oleh -
Ketua STISIP Syamsul Ulum, Dra. Hj. Fatmawati, PUA, UPA, M.M. menyampaikan sambutan pada pembukaan diklat pendalaman dan praktik ibadah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Syamul Ulum Sukabumi menggelar kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) pendalaman dan praktik ibadah di kampus Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi, Sabtu (23/10/2021). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hakikat kehidupan dalam beragama atau dienul Islam.

Peserta kegiatan tersebut berasal dari kalangan mahasiswa STISIP Syamsul Ulum. Karena pertimbangan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes), pelaksanaan pendalaman dan praktik ibadah ini dibagi dua gelombang. Peserta yang berjumlah 520 mahasiswa dibagi dua, setengahnya hari ini dan 260 orang lagi disertakan pada kegiatan yang digelar pada Ahad (24/10/2021).

Ketua STISIP Syamsul Ulum, Dra. Hj. Fatmawati, PUA, UPA, M.M. menjelaskan, diklat digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman, pendalaman, dan kemampuan praktik ibadah di kalangan mahasiswa untuk membentuk insan berakhlakul karimah.

“Melalui diklat ini mahasiswa diharapkan mampu memahami, mendalami, dan mempraktikkan berbagai aspek ibadah dalam kehidupan sehari-hari agar mereka menjadi  hamba yang berakhlakul karimah, tafakkuh fiddin, berilmu amaliah, dan beramal ilmiah,” jelas Fatmawati.  

Para peserta diklat pendalaman dan praktik ibadah di kampus STISIP Syamsul Ulum.

Pada kegiatan itu penyelenggara menghadirkan pemateri yang ahli di bidangnya masing-masing yaitu antara lain  Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STISIP Syamsul Ulum Dr. H. Dadang Emuh, M.Si., Kepala Prodi Ilmu Adimistrasi Negara (IAN) Purwanto, S.I.P., M.M., M.Si., dan KH. Damanhuri selaku sesepuh Ponpes Syamsul Ulum.

Adapun materi pokok diklat terdiri dari thaharoh yang subtansinya membersihkan hadats dan najis, shalat dengan praktik yang baik dan benar, dan praktik pemulasaran jenazah mulai memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan.

Sementara materi tambahan terdiri dari tilawah dan tahfidz, zakat, haji dan umroh, zakat, dan puasa. (*)