Peduli Korban Kebakaran, BPBD Serahkan Bantuan untuk Pesantren Atthohiriyah

oleh -
Penyerahan bantuan dari BPBD Kota Sukabumi kepada pengurus Pondok Pesantren Atthohiriyah yang mengalami musibah kebakaran.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyerahkan bantuan natura kepada pimpinan Pondok Pesantren Atthohiriyah yang beralamat di RT 04 RW 02, Kelurahan Cibeureum Hilir, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi. Bantuan yang diserahkan berupa makanan, sembako, air mineral, matras, dan terpal.

Penyerahan bantuan dilakukan di Ponpes Atthohiriyah, Kamis (14/10/2021) dan diterima oleh KH. Muhammad Komar selaku pimpinan pesantren. Pada Rabu (13/10/2021) sore lalu, Ponpes Atthohiriyah mengalami kebakaran yang menghabiskan sebagian bangunan dan berbagai harta benda di dalamnya.

Dalam musibah itu, Ponpes Atthohiriyah mengalami kerugian yang cukup besar. Pesantren ini kehilangan dapur umum dan salah satu rumah pengurus pesantren.

“Kami mewakili pemerintah daerah memberikan bantuan natura kepada para santri Ponpes Atthohiriyah yang berada di Kecamatan Cibeureum. Mereka merupakan korban kebakaran kemarin,” kata Kepala Pelaksanaan BPBD Kota Sukabumi, H. Imran Whardani ketika ditemui setelah penyerahan bantuan.

Selanjutnya BPBD akan memberikan bantuan kembali apabila ada kebutuhan material lainnya untuk memperbaiki bangunan yang habis akibat kebakaran tersebut. BPBD akan melakukan assessment untuk menaksir nilai kerugian material.

Berdasarkan informasi yang didapat di tempat kebakaran, api berawal dari sampah yang dibakar salah seorang santri. Akibat adanya tiupan angin, api merembet ke bangunan pesantren dan membakar dapur umum. Selanjutnya api juga menghabiskan rumah salah satu pengurus pesantren.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lalai saat membakar sampah. Sebaiknya tidak ditinggal dan tetap mengawasi pergerakan api. Lebih baik sampah dipilah,  jangan dibakar. Karena pembakaran sampah dapat menimbulkan polusi udara dan rawan bagi terjadinya kebakaran,” ujar Imran. (*)