Wisudawan STISIP Syamsul Ulum Siap Bersaing di Era Digitalisasi

oleh -
Para wisudawan angkatan XVII STISIP Syamsul Ulum yang siap mengabdi di masyarakat dan bersaing di era digitalisasi.
Senat STISIP Syamsul Ulum pada sidang terbuka dalam rangka wisuda angkatan XVII.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Para wisudawan STISIP Syamsul Ulum angkatan XVII siap terjun mengabdi ke masyarakat dan siap bersaing di tengah era digitalisasi. Hal itu karena selama kuliah di kampus selain dibekali ilmu sesuai jurusan yakni ilmu administrasi negara dan ilmu pemerintahan,  mereka juga dibekali materi teknologi informatika (TI).

Demikian dikatakan Ketua STISIP Syamsul Ulum, Dra. Hj. Fatmawati, PUA, UPA, M.M. setelah memimpin sidang senat terbuka STISIP Syamsul Ulum dalam rangka wisuda angkatan XVII di Hotel Pangrango Sukabumi, Rabu (13/10/2021).

“Memang kami memberikan pembekalan mata kuliah IT agar mahasiswa kami tidak ketinggalan oleh perkembangan era digitalisasi yang saat ini makin marak di segala bidang pekerjaan,” kata Fatmawati.

Pada sidang senat terbuka itu, STISIP Syamsul Ulum mewisuda 172 mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi jenjang S-1. Para wisudawan berhak menyandang gelar S-1 sesuai jurusannya masing-masing.

Prosesi wisuda tersebut dilaksanakan pada tahun kedua pandemi Covid-19. Karena itu STSIP Syansul Ulum harus mengantungi izin kegiatan tatap muka untuk wisuda. Pelaksanaan wisuda diawasi oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi dan unsur kepolisian. Begitu juga dalam pelaksanaan ujian skripsi dan ujian komprehensif secara offline, pihak kampus menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua STISIP Syamsul Ulum, Dra. Hj. Fatmawati, PUA, UPA, M.M. setelah memimpin sidang senat terbuka.

“Alhamdulillah baik mahasiswa kami maupun para dosen terus memperhatikan prokes ketika berada di kampus, terlebih pada acara wisuda. Semua dosen dan mahasiswa telah menjalani vaksinasi kedua,” ucapnya.

Para wisudawan, ujar Fatmawati, memiliki pengalaman khusus pada waktu praktik kerja nyata di lapangan karena dalam pelaksanaannya STISIP Syamsul Ulum bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Mahasiswa menyebar ke sejumlah desa tertinggal di Kabupaten Sukabumi,  Bogor,  dan Cianjur untuk praktik kerja nyata.

“Pengalaman kerja di lapangan akan menjadi bekal penting bagi mereka dalam mengabdi pada masyarakat,” ujarnya.

Saat ini STISIP Syamsul Ulum sedang menempuh proses untuk membuka program studi S-2 administrasi publik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar.

Pada wisuda itu tampak hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi, Ir. H. Cecep Mansyur, M.M. dan perwakilan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat.

Kepada wartawan Cecep Mansyur menyampaikan pesan dari Wali Kota Sukabumi untuk para wisudawan agar bisa memanfaatkan ilmu yang diraih dan segera diaplikasikan ke masyarakat.

“Para wisudawan harus memiliki tanggung jawab terhadap ilmu yang  dimilikinya. Mereka juga harus beradaptasi dengan teknologi informatika  untuk mengikuti perkembangan zaman yang terus meningkat dan harus bisa menguasainya,” kata Cecep.

Salah seorang wisudawan, Taufik Ismail.

Sementara itu salah seorang wisudawan yang meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sebesar 3,72,  Taufik Ismail menyatakan belum puas dengan ilmu yang didapat selama kuliah di STISIP Syamsul Ulum. Dia berencana akan melanjutkan pendidikan ke jenjang ke S-2.

Taufik sendiri menyatakan siap bersaing di era digitalisasi dan akan berkontribusi untuk pembangunan di daerah maupun tingkat nasional bahkan sampai ke level internasional.

“Saya memiliki tujuan melanjutkan studi S-2. Saya juga telah mengajukan beasiswa di salah satu perguruan tinggi di dalam dan luar negeri,” kata Taufik. (*)