Pencapaian Empat Jenis Pajak Daerah Masih Terkendala Covid-19

oleh -
Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Rakhman Gania.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pencapaian target empat jenis pajak daerah di Kota Sukabumi masih terkendala Covid-19. Kondisi ini dipicu oleh rendahnya mobilitas warga dan kunjungan warga ke tempat usaha yang terkait dengan empat jenis pajak tersebut. Keempat jenis pajak itu terdiri dari pajak-pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

“Beberapa perusahaan yang merupakan wajib pajak untuk empat sektor pajak itu masih belum berjalan normal usahanya. Pengunjung ke tempat usaha tersebut belum stabil karena pandemi Covid-19,” kata  Kabid Pengelolaan Pendapatan Pajak Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Rakhman Gania, Senin (11/10/2021).

Bersamaan dengan itu, ujar dia,  pemerintah masih memberlakukan pengawasan terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat dalam upaya memutus mata rantai Covid-19. 

Akibatnya perekonomian tetap labil karena sebagian wajib pajak yang terkait dengan jenis pajak daerah tersebut masih menutup tempat usahanya. Pemerintah daerah masih memberlakukan penutupan tempat usaha seperti tempat hiburan dan membatasi jumlah warga ketempat usaha yang lainnya.

“Dampak dari kondisi ini kemungkinan PAD dari pajak daerah akan mengalami penurunan. Praktis akan terjadi peningkatan piutang pajak daerah. Kita masih merasakan dampak dari pandemi Covid-19 terhadap dunia usahadan masyarakat pada umumnya,” ujar Rakhman. 

Sampai akhir caturwulah III tahun bulan September 2021, realisasi pencapaian pajak daerah mencapai sebesar Rp39.204.017.157 atau sekitar 85 persen dari target sebelum perubahan APBD 2021 sebesar Rp46.098.831.935.

Pencapaian tersebut masih normal dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu yakni terealisasi Rp37.940.940.330 dari target Rp42.329.635.840 atau sekitar 89,6 persen. Jadi pencapaian periode Januari-September 2021 naik tapi secara persentase turun. (*)