Pelayanan Jemput Bola, Tim Vaksinasi Desa Ambarjaya Tanpa Lelah Keluar Masuk Kampung

oleh -
Tim Satgas Vaksinasi Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan pelayanan vaksinasi dengan sistem jemput bola.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Banyak jalan untuk memberikan pelayanan vaksinasi kepada masyarakat, khususnya kalangan warga lanjut usia (lansia). Salah satunya dengan memberlakukan sistem pelayanan jemput bola yaitu dengan mendatangi rumah warga secara door to door untuk memberikan suntikan vaksinasi kepada mereka. Dengan cara ini, warga yang akan disuntik Vaksin Covid-19 tidak perlu repot-repot datang tempat vaksinasi.

Hal itulah yang dilakukan Tim Satgas Vaksinasi Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Berbekal semangat pengabdian yang tinggi, tim vaksinasi Desa Ambarjaya  masuk keluar kampung untuk mendatangi rumah warga yang terdaftar sebagai akseptor Vaksin Covid-19, khsusunya para lansia. Rombongan tim terdiri dari perangkat desa dan tenaga kesehatan sebagai tim vaksinator dari Puskesmas Ciambar.

“Vaksinasi dengan cara jemput bola ini tidak merepotkan masyarakat karena kamilah yang mendatangi rumah mereka. Sasarannya khusus warga lansia. Kegiatan ini untuk meningkatkan cakupan pencapaian warga tervaksin di desa kami,” kata Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman ketika mendampingi tim vaksinator pada kegiatan vaksinasi jemput bola, Senin (11/10/2021).

Dalam menempuh perjalanannya dari satu kampung ke kampung lainnya, tim tidak mengenal kata lelah dan letih. Di bawah terik matahari, mereka tetap berjalan dengan langkah tegap dan penuh semangat. Wajahnya tidak menyiratkan rasa kesal atau capek setelah menempuh perjalanan melewati perbukitan, persawahan, dan ladang-ladang milik penduduk.

“Jalan yang kami tempuh tidak selamanya rata dan lurus. Kadang-kadang menanjak, menurun, dan curam. Kami juga harus melewati pematang sawah yang sempit dan licin,” ujar Kades Eman.

Pelayanan vaksinasi dilakukan langsung di tempat bertemu dengan akseptor Vaksin Covid-19. Lokasinya bisa di halaman rumah, pos ronda, pelataran masjid, posyandu, atau tempat pertemuan lainnya. Walaupun bukan di tempat khusus vaksinasi, pelayanan tetap diselenggarakan dengan memenuhi protokol kesehatan. Para lansia yang akan diberi suntikan harus menjalani pemeriksaan kesehatan yang diawali dengan pengukuran suhu tubuh.

“Warga yang tidak lolos dalam pemeriksaan kesehatan, vaksinasinya ditunda sampai mereka benar-benar dalam keadaan siap untuk diberi suntikan Vaksin Covid-19. Ini vaksinasi untuk dosis pertama,” tutur Eman.

Selama memberikan pelayanan vaksinasi, tim satgas selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mereka memakai masker dan selalu menjaga jarak ketika berada di tengah warga. Secara berkala tim juga mencuci tangan dengan handsanitizer, terutama setelah memberikan suntikan vaksin kepada warga.  

Tim juga membagikan masker kepada para akseptor yang harus dipakai setelah vaksinasi selesai. Di tempat-tempat publik tim masih menemukan warga yang tidak memakai masker. Sebagian warga juga tidak mentaati ketentuan menjaga jarak sebagai bagian dari prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kepada mereka yang tidak mentaati aturan, tim satgas menyampaikan sosialisasi dan imbauan prokes.

“Jadi kami juga melakukan sosialisasi prokes. Kegiatan ini memiliki dua tujuan sekaligus yaitu mempercepat pembentukan herd immunity melalui vaksinasi dan memutus penyebaran Covid-19 dengan protokol kesehatan,” ujar Eman. (*)