Pasca Bentrok Berdarah, PP dan BPPKB Sepakat Jaga Suasana Keamanan yang Kondusif

oleh -
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sy. Zainal Abidin menyaksikan penandatanganan damai oleh para pengurus ormas yang terlibat keributan beberapa hari yang lalu.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila dan Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten sepakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota. Komitmen kedua ormas itu dilakukan di hadapan Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY. Zainal Abidin.

Kapolres menginisiasi kedua ormas itu untuk bersilaturahmi pasca terlibat bentrok pada Minggu sore, 29 September lalu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Silaturahmi diadakan di Mapolres Sukabumi Kota, pada Kamis 30 September 2021.

AKBP Zainal menjelaskan silaturahmi penting diadakan guna memperkuat jalinan komunikasi dan koordinasi antara kedua ormas pasca bentrok. “Kami juga ingin mereka menunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya untuk menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota,” kata dia.

Melalui silaturahmi yang digelar selama satu jam itu, empat poin kesepakatan ditandatangani kedua belah pihak. Pertama, ungkapan prihatin terhadap kejadian yang menimpa kedua ormas di wilayah Kabupaten Cianjur hingga menimbulkan korban jiwa. Kedua, memperkuat komitmen kedua belah pihak untuk sama-sama menjaga kondusivitas di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.

Ketiga, mengingatkan kedua ormas bahwa permasalahan yang terjadi sudah ditangani Polres Cianjur melalui mekanisme hukum yang berlaku. Keempat, masing-masing pengurus mengimbau kepada seluruh anggota dan simpatisannya untuk tidak mudah terpancing dengan berita hoax yang telah beredar.

Pertikaian dua ormas itu sendiri terjadi di wilayah perbatasan Sukabumi-Cianjur tepatnya di Desa/Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Seorang anggota Pemuda Pancasila bernama Endang (49 tahun) warga Kampung Cikadu RT 01/09 Desa/ Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia pada bentrokan tersebut.

Selain menyebabkan satu orang tewas, keributan juga menyebabkan satu orang luka-luka, sebuah posko ormas dibakar, serta kerusakan kendaraan. Polres Cianjur telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka terkait bentrokan tersebut. (*)