UPT Parkir Pesimis Bisa Mencapai Target Pendapatan 2021, Ini Alasannya

oleh -
Kepala UPT Parkir Dishub Kota Sukabumi, Rudi Hartono.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Munculnya berbagai kendala di lapangan membuat UPT Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi pesimis dapat mencapai target pendapatan yang telah di tentukan pada perubahan APBD tahun 2021 sebesar Rp2,3 miliar. Penutupan Jalan Ahmad Yani selama masa PPKM Darurat dan Level 4 berdampak terhadap pengurangan pendapatan dari retribusi parkir.

Selain itu tidak lama lagi akan dilakukan penataan kawasan pedestrian di Jalan Ahmad Yani yang mengurangi kegiatan parkir di jalan tersebut.

“Kurang lebih selama dua bulan, pendapatan retribusi parkir di Jalan Ahmad Yani turun drastis karena adanya PPKM. Sedangkan ruas jalan tersebut merupakan penyumbang PAD terbesar untuk retribusi parkir,” kata Kepala UPT Parkir, Rudi Hartono ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (22/9/2021).

Dari 38 ruas jalan yang dikelola oleh UPT Parkir, Jalan Ahmad Yani merupakan sentral terbesar dalam kegiatan parkir dengan pendapatan sebanyak  50 persen dari total retribusi parkir. Di tempat kedua Jalan Harun Kabir.

Pada tahun ini Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) akan melaksanakan penataan jalur pedestrian di Jalan Ahmad Yani. Praktis, kegiatan parkir akan berkurang drastis.

“Informasi pembangunan jalur pedestrian kami ketahui pada rapat dengan Dinas PUTR. Ketika itu kami telah mengajukan target pendapatan ke BPKPD. Sebelumnya kami tidak tahu ada pembangunan jalur pedestrian. Mungkin nanti di akhir tahun kami akan berargumentasi terkait pendapatan parkir di lapangan,” tuturnya.

Seiring dengan penataan kawasan pedestrian, parkir di Jalan Ahmad Yani akan diberlakukan sistem zig-zag ada di kiri dan kanan dari ruas di depan Toko Aloha hingga BRI. Sementara dari Aloha sampai Toko Robinson atau Jalan Stasiun Timur tidak akan ada lahan parkir di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

“Setelah pembangunan kawasan pedestrian Jalan Ahmad Yani selesai, sebanyak 48 juru parkir kehilangan pekerjaan. Nantilah kami akan memikirkan nasib mereka,” ungkap Rudi.

Penetapan target awal untuk retribusi parkir tahun ini sebesar Rp3,1 miliar. Jajaran UPT Parkir beberapa kali mengajukan perubahan target berdasarkan hasil evaluasi di lapangan berkaitan dengan adanya pandemi Covid-19. Muncullah target Rp2,3 miliar.

“Kalau keadaan normal tidak ada pandemi Covid-19, kami pasti mampu mengejar target Rp3,1 miliar. Sekarang untuk memenuhi target Rp2,3 miliar pun, kami pesimis,” kata Rudi.

Sampai dengan akhir bulan Agustus 2021, realisasi retribusi parkir baru mencapai Rp1,294 miliar. Sisa waktu tinggal 4 bulan lagi, berat untuk mencapai target perubahan. (*)