Dampak WFH, Jumlah Sampah Melonjak di TPA Cikundul

oleh -
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi, Endah Aruni.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Kebijakan bekerja di rumah atau WFH (work from home) di tengah pandemi Covid-19 membawa dampak langsung terhadap volume sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Cikundul, Kota Sukabumi. Sekarang volume sampah yang masuk ke TPAS Cikundul mencapai 180 ton, sebelum ada WFH volumenya sebanyak 170 ton per hari. Ada penambahan sekitar 10 ton. 

“Mungkin ini dampak dari WFH di mana masyarakat lebih banyak bekerja di rumah. Warga  lebih banyak mengkonsumsi makanan, lebih banyak masak. Jadinya banyak limbah makanan dan bekas kemasan yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara,” kata Sekdis DLH Kota Sukabumi, Endah Aruni ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (21/9/2021).

Sebenarnya banyak cara untuk mengurangi sampah di TPA Cikundul. Salah satunya dengan menerapkan metode memilah dan mengelola sampah di tingkat rumah tangga sebelum di buang ke TPSS. Dalam hal ini, warga memilah sampah organik, anorganik, sampah berbahaya.

Sampah yang bisa didaur ulang tidak dibuang ke TPSS, tetapi disetorkan ke bank sampah atau TPS 3R. DLH juga terus mengimbau masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. 

“Kalau saja masyarakat mengerti dan sadar melaksanakan pengelolaan sampah, umur TPA akan lebih panjang dan lingkungan terjaga kebersihannya,” ujar Endah.

Prinsipnya, ujar dia, jenis sampah yang dibuang ke TPSS berupa residu yakni sampah atau limbah yang tidak berguna. Saat ini jenis sampah yang mendominasi TPA Cikundul masih sampah organik. 

“Pemberlakuan larangan menggunakan kantong plastik di supermarket dan minimarket juga membantu pengurangan sampah plastik. Masyarakat sudah mulai sadar dengan membawa kantong belanja dari rumah ketika akan belanja atau membeli kantung ramah lingkungan,” kata dia. (*)