Hergun: Pembebasan Lahan Jalan Tol Bocimi Seksi III Tidak Ada Kendala

oleh -
Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan, S.E., M.B.A.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Anggota Komisi XI DPR RI asal Fraksi Partai Gerindra menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menganggarakan dana untuk pembebasan lahan jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) seksi III (Cibadak-Sukabumi Barat). Bahkan untuk tahun 2022, Kemenkeu melalui LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) telah menganggarkan dana pengadaan tanah tol Bocimi sebesar Rp830,77 miliar.

Pernyataan legislator asal daerah pemilihan (dapil) Kota dan Kabupaten Sukabumi itu disampaikan untuk menepis kabar yang menyatakan bahwa pembebasan lahan Tol Bocimi seksi III macet karena terkendala refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Kami telah menanayakan langsung hal ini kepada LMAN yakni Badan Layanan Umum di Kementerian Keuangan yang diberi tugas membebaskan lahan jalan tol Bocimi,” kata Heri Gunawan yang akrab disapa Hergun kepada wartawan lewat telepon seluler, Senin (20/9/2021) malam.

Kepada LMAN, Hergun bertanya tentang ketersediaan dana untuk pembebasan lahan Tol Bocimi seksi III. Jawaban dari LMAN: dananya ada.  Dari keterangan LMAN itu bisa disimpulkan, tidak ada permasalahan soal dana untuk pembebasan lahan jalan Tol Bocimi.  

“Memang, pemerintah pada 2021 ini telah melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebanyak 4 kali dengan total nilai sebesar Rp144,9 triliun. Namun, hal tersebut tidak berdampak terhadap dana pembebasan lahan Tol Bocimi,” ujar Hergun. 

Baca juga: Legislator Pusat Demokrat: Pasar Pelita Jangan Dipolitisir

Pembebasan lahan Tol Bocimi seksi III menjadi prasyarat penting untuk melanjutkan rangkaian pembangunan Tol Bocimi, lanjutnya. Perkembangan termutakhir, pengerjaan konstruksi jalan tol Bocimi Seksi II (Cigombong-Cibadak) direncanakan selesai pada akhir tahun ini. Diharapkan, Seksi II dapat beroperasi pada awal 2022.

“Bila pembebasan lahan Seksi III sudah selesai, maka rangkaian pembangunan jalan tol Bocimi bisa langsung dilanjutkan dengan pembangunan Seksi III sepanjang 13,7 kilometer,” kata dia.

Bersamaan dengan pembebasan lahan seksi III, LMAN juga sedang menempuh proses tahapan pembebasan tanah Tol Bocimi seksi IV (Sukabumi Barat-Sukabumi Timur) sepanjang 13,05 kilometer.  

Tahun ini LMAN telah mengalokasikan anggaran pendanaan untuk pembebasan lahan proyek pembangunan tol Bocimi sebesar Rp1,46 triliun yang realisasi pembayaran sampai dengan 10 September 2021 mencapai sebesar Rp1,29 triliun. Jadi masih ada saldo untuk proyek tol Bocimi kira-kira 0,17 triliun rupiah atau Rp170 miliar.

“LMAN juga menyatakan, untuk pelaksanaan pengadaan lahan di lapangan menyesuaikan dengan proses pembangunan konstruksi tol tersebut,” tambah Hergun.

Untuk penentuan lahan mana yang akan dibebaskan terlebih dahulu, kata dia, hal itu menjadi domain tim pembebasan lahan yang terdiri dari unsur BPN setempat, PPK Pengadaan Tanah, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Guna mencegah munculnya spekulasi dan informasi yang simpang siur terkait pembebasan lahan jalan tol Bocimi, kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR-RI ini sebaiknya para pihak terkait duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan.

“Dengan duduk bersama, kendala-kendala yang dihadapi bisa diselesaikan secara cepat dan tuntas. Misalnya, saat ini ada pemberitaan terkait kendala dana, maka LMAN bisa langsung menjawabnya kepada pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Diproyeksikan secara keseluruhan pembangunan jalan Tol Bocimi tuntas pada 2024. Keberadaan jalan tol yang membentang dari Ciawi hingga Sukaraja Kabupaten Sukabumi ini dapat memacu perekonomian dan meningkatkan pariwisata di Kota dan Kabupaten Sukabumi. (*)