Transaksi Jual Beli Tanah Naik, BPKPD Tingkatkan Target BPHTB

oleh -
Kabid Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian Pajak Daerah pada BPKPD Kota Sukabumi, Martha Galuh Budianti.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan AS

Peningkatan transaksi jual beli tanah di wilayah Kota Sukabumi mendorong BPKPD (Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Daerah) Kota Sukabumi untuk menambah target BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Penambahan target BPHTB itu akan dicantumkan pada perubahan APBD 2021 dari Rp 8 miliar menjadi Rp14 miliar.

Hal itu disampaikan Kabid Perencanaan, Pengembangan, Pengendalian Pajak Daerah pada BPKPD Kota Sukabumi, Martha Galuh Budianti ketika dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Ahad (19/9/2021). Menurut Martha, penambahan BPHTB menjadi penyeimbang bagi pendapatan dari sektor pajak lain yang berkurang akibat pandemi Covid-19.

“Hasil survei kami ke lapangan, berdasarkan informasi dari beberapa kecamatan dan notaris, terjadi peningkatan transaksi jual beli tanah. Banyak investor dari luar daerah yang mencari peluang usaha dengan membeli tanah di Kota Sukabumi. Hal ini berdampak pada pendapatan BPHTB,” ujar Martha.

Sektor-sektor pajak yang mengalami penurunan pendapatan antara lain pajak hiburan, hotel, restoran, dan parkir. Melihat tren perkembangan saat ini, Martha optimis target BPHTB pada perubahan APBD 2021 dapat tercapai.

Selama ini BPKPD selalu berkoordinasi dengan perangkat daerah lain untuk memberikan kemudahan investasi di Kota Sukabumi. BPKPD kerap mengikuti rapat koordinasi bersama Dinas PUTR, Dishub, DLH, dan DPMPTSP yang membahas kendala rekomendasi untuk proses perizinan di Kota Sukabumi.

“Hasil rakor beberapa waktu lalu, terjadi saling memberi masukan dan menyepakati beberapa hal seperti kepastian waktu dan persyaratan yang tidak rumit untuk mempermudah proses perizinan. Percepatan perizinan berpengaruh terhadap pendapatan daerah dari retribusi dan pajak daeah,” ujar dia.

Martha beserta jajarannya akan terus berusaha untuk meningkatkan potensi sektor pajak agar pendapatan daerah bisa bertambah. Karena itu harapannya wabah Covid-19 bisa segera berlalu. (*)