Mengejar Target 50 Persen Vaksinasi, Kabupaten Sukabumi Bergegas Wujudkan Kekebalan Komunal

oleh -
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami berbincang dengan warga yang akan divaksin pada monitoring vaksinasi di wilayah Kecamatan Cisaat.

Wartawan Wawan Aries Setiawan

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami seakan tidak mengenal kata lelah berkeliling wilayah untuk monitoring kegiatan vaksinasi. Begitu juga Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Iyos Somantri dan Sekda H. Ade Suryaman yang terus-menerus mendatangi desa dan kecamatan dalam rangka mendorong peningkatan persentase warga tervaksinasi.

Ketiga pejabat daerah itu kompak menyuarakan satu hal: pada akhir bulan September target 50 persen vaksinasi harus tercapai. Bupati, wabup, dan sekda juga secara berkelanjutan mensosialisasikan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas atau pergerakan keluar rumah. Walaupun telah divaksin, warga tetap harus melaksanakan 5M.

Pada Sabtu (18/9/2021), Bupati Marwan dan Wabup Iyos berbagi tugas dan wilayah untuk monitoring pelaksanaan vaksinasi. Marwan berkunjung ke Kecamatan Cisaat dan Kadudampit, sedangkan Iyos mendatangi Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Ciambar. Di tengah kunjungannya, Marwan menandaskan, jika target 50 persen dari sasaran vaksinasi Covid-19 tercapai, herd immunity atau kekebalan komunal di Kabupaten Sukabumi akan terwujud. Dengan kekebalan komunal, tinggal satu langkah lagi Kabupaten Sukabumi dapat memutus penyebaran Virus Corona.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi saat ini sedang mempercepat vaksinasi  untuk merealisasikan ketercapaian 50 persen masyarakat yang sudah divaksin dan terbentuknya herd immunity yang tinggi,” ujar bupati.

Alhamdulillah, kata dia, masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi Covid-19. Bupati pun terus mendorong semua perangkat daerah  memobilisasi warga untuk divaksin. Dia juga memerintahkan jajarannya untuk menerapkan berbagai metoda vaksinasi baik terpusat maupun jemput bola. Untuk mendukung pelaksanaan metode jemput bola, Pemkab Sukabumi sudah menyiapkan kendaraan guna menjemput warga yang akan divaksin.

“Jangan lupa terus melibatkan Posyandu dalam menyisir warga yang tidak bisa meninggalkan rumah. Terus kejar dan penuhi target vaksinasi 50 persen pada akhir bulan ini. Ketersediaan vaksin di Kabupaten Sukabumi saat ini mampu merealisasikan pencapaian 50 persen tersebut. Vaksin sudah tersebar di puskesmas-puskesmas di 47 kecamatan,” tuturnya.

Di dua lokasi yang didatanginya, bupati menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan beberapa warga yang akan divaksin, khususnya warga dari kalangan lanjut usia (lansia). Marwan terus memberikan dorongan dan semangat agar warga tidak takut divaksin demi terwujudnya herd immunity.

Pernyataan senada disampikan Wabup Iyos ketika menggelar monitoring vaksinasi di Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Ciambar. Iyos menekankan pentingnya vaksinasi yangmelibatkan sebanyak-banyaknya warga untuk mencapai kondisi kekebalan komunal yang tinggi. Berbekal kekebalan komunal, ujar dia, Kabupaten Sukabumi dapat melakukan percepatan dalam pemulihan setelah sekitar 1,5 tahun hidup bersama wabah Covid-19.   

“Herd immunity dapat tercapai ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular yang dalam hal ini Covid-19 sehingga mereka dapat memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi kelompok yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut,” ujar Iyos.

Vaksinasi, kata dia, selain untuk memberikan imun tubuh kepada masyarakat juga bertujuan untuk menurunkan level PPKM di Kabupaten Sukabumi menjadi level 1 atau bahkan zona bebas Covid-19. Saat ini level risiko penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi masuk PPKM level 2. Untuk mewujudkan hal itu, wabup mendorong para camat dan kepala untuk memobilisasi warga ke tempat vaksinasi Covid-19.

“Insya Allah dengan kekompakan dan kebersamaan serta didukung antusiasme masyarakat program vaksinasi akan sukses sehingga seluruh vaksin yang tersedia dapat digunakan. Selanjutnya kondisi kehidupan kita segera pulih seperti biasa,” ungkap Iyos. 

Sebelumnya pada rapat dinas bulan September yang digelar pada Jumat (17/9/2021) di Pendopo Sukabumi, Bupati Marwan dan Sekda Ade Suryaman membahas pentingnya jajaran Pemkab Sukabumi untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 dan kesiapsiagaan bencana. Bupati menyampaikan materi pengarahan seputar vaksinasi dan kekebalan komunal.

“Kami tekankan semua jajaran harus melakukan segala upaya untuk mempercepat vaksinasi, baik untuk lansia atau masyarakat umum. Selain gebyar vaksinasi, kita coba jemput bola sehingga vaksinasi langsung ke sasaran. Manfaatkan semua fasilitas yang ada agar semua warga sasaran bisa tervaksin. Jika masyarakat terus divaksin, herd immunity pasti tinggi,” ucapnya.

Sementara pada rapat evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 bertempat di salah satu hotel di kawasan Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/9/2021),  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi  H. Harun Alrasyid menyampaikan, jika target vaksinasi 50 persen pada akhir bulan September tidak tercapai, Kabupaten Sukabumi  bisa terancam naik lagi risiko penyebaran dan level PPKM-nya.

Pada rapat evaluasi yang dibuka oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri yang didampingi Sekda Ade Suryaman, Kepala Dinkes menyampaikan, target tersebut dapat dicapai dengan kerja keras dan kerja bersama.

“Karena kalau tidak tercapai kabupaten Sukabumi bisa naik lagi level risikonya. Semua pihak di Kabupaten Sukabumi harus mendukung upaya pencapaian target vaksinasi tersebut,” kata Harun.

Vaksinasi harus terus ditingkatkan baik untuk sasaran  lansia, remaja, masyarakat umum, dan para pelajar supaya target bisa tercapai, lanjutnya.  Rapat evaluasi menghadirkan puskesmas yang capaian vaksinasinya di bawah 25 persen. Puskesmas tersebut akan didorong untuk meningkatkan persentase vaksinasinya. 

Di tempat yang sama Wakil Bupati Sukabumi mengatakan dalam evaluasi percepatan vaksinasi bersama Gubernur Jabar terungkap, percepatan vaksinasi di Kabupaten Sukabumi dinilai berjalan lambat. Karena itu, Iyos mengajak jajaran Dinkes dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong peningkatan persentase vaksinasi. 

Wakil bupati berharap kepada semua stekholder agar bekerja keras, bersinergi, serta kerja bersama untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Tujuannya agar Kabupaten Sukabumi bisa mencapai level 1 PPKM atau bahkan menjadi zona bebas Covid-19.

Ketika mendampingi Bupati Sukabumi dalam monitoring vaksinasi di Cisaat, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dr. Rika Mutiara mengatakan, saat ini persediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sukabumi  sebanyak 64.156 dosis yang tersebar di 58 puskesmas. Semua vaksin di Gudang Farmasi sudah didistribusikan ke setiap puskesmas dalam rangka menyukseskan percepatan penanganan Covid-19. 

“Kami juga telah membentuk tim vaksinator di setiap puskesmas yang jumlahnya antara 3 dan 4 tim. Satu tim berjumlah 5 orang. Semuanya dikerahkan ke tempat pelayanan vaksinasi,” jelas Rika. (*)