Wisatawan di Palabuhanratu Tidak Berkerumun dan Disiplin Memakai Masker

oleh -
Para pengunjung Teluk Palabuhanratu tetap melaksanakan protokol kesehatan ketika berada di area objek wisata.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Editor Wawan Aries Setiawan

Para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Kawasan Teluk Palabuhanratu, Kabupten Sukabumi  sebagian besar tidak berkerumun ketika berada di pinggir pantai. Mereka juga memakai masker ketika berada di lokasi-lokasi  yang berpotensi terbentuk kerumunan seperti di dekat pintu masuk dan kios makanan.

Sejak wilayah Kabupten Sukabumi  dinyatakan masuk tingkat risiko level 2 pada PPKM, pemda membuka objek wisata yang sejak PPKM darurat dan level 4 tertutup total bagi para pengunjung. Setelah dibuka, warga pun berbondong-bondong ke berbagai objek wisata yang ada di Kabupten Sukabumi .

Berdasarkan pantauan di Pantai Citepus pada Ahad (12/9/2021), ratusan pengunjung menyebar di sepanjang batas garis pantai. Mereka berpencar di berbagai titik sehingga tidak membentuk kerumunan dan kumpulan dengan jarak yang melanggar protokol kesehatan.

Seorang wisatawan asal Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Linda Astuti (31) mengatakan, walaupun sudah masuk level 2, dia tetap melaksanakan prokes ketika berada di wilayah Kabupten Sukabumi seperti tempat wisata. Selain menghindari kerumunan, Linda selalu memakai masker ketika berada di area publik.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Jadi kami harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Palabuhanratu masih menjadi tempat favorit keluarga untuk berlibur. Konsekuensinya kami harus taat prokes ketika berada di tempat wisata,” ujar Linda.

Penerapan prokes juga dilakukan secara ketat oleh Linda dan keluarga ketika berada di lingkungan hotel. Semua hotel di kawasan Palabuhanratu mewajiban para pengunjung memakai masker, diukur suhu tubuh, dan mencuci tangan ketika akan check in.

“Bagus juga pihak pengelola hotel menerapkan aturan prokes di lingkungan hotel. Begitu juga aturan prokes diterapkan di lingkungan pusat perbelanjaan yang mewajibkan pengunjung telah divaksin,” jelas dia. 

Linda mengharapkan kondisi penanganan Covid-19 di Kabupten Sukabumi  dapat semakin baik. Kalau bisa segera masuk zona hijau agar pergerakan masyarakat dapat lebih longgar. (*)