Bupati Terpana Warga Cicurug Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

oleh -
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami (kanan, tengah berbaju kuning) berbincang-bincang dengan tenaga kesehatan pada vaksinasi massal di Kecamatan Cicurug.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami  meninjau kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Kantor Kecamatan Cicurug, Sabtu (11/9/2021). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-151 Kabupaten Sukabumi.

Di tempat vaksinasi, Marwan tampak terpana melihat antusias warga Cicurug mengikuti vaksinasi Covid-19. Peserta vaksinasi terus berdatangan tidak berhenti untuk mendapatkan suntikan vaksin.

“Luar biasa masyarakat di Cicurug ini, mereka sangat antusias mengikuti vaksinasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Alhamdulillah terlihat masyarakat Cicurug sangat bersemangat. Saya kagum. Warga juga berdisipilin menerapkan protokol kesehatan,” kata bupati di tengah pemantauan vaksinasi.  

Vaksinasi dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok di halaman Kantor Kecamatan Cicurug dan satu lagi di Alun-alun Cicirug. Kedua tempat itu dipenuhi warga yang akan mengikuti vaksinasi.

“Kabupaten Sukabumi berada di zona PPKM level 2, masyarakat tetap harus mengikuti vaksinasi. Dengan mengikuti vaksinasi, berarti kita meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” kata dia.  

Nanti setelah divaksin, lanjut bupati, masyarakat tetap harus mematuhi prokes. Berdasarkan pengalaman, banyak warga yang sudah divaksin tetap terpapar Virus Corona. Itu akibat tidak disiplin dalam melaksanakan prokes.

“Saya tekankan agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan. Kita berharap dengan upaya kita bersama, wabah Covid-19 ini cepat berlalu agar kita bisa kembali menikmati kehidupan normal,” tambahnya.

Di tempat yang sama Camat Cicurug, Ading Ismail menjelaskan,  vaksinasi dapat terlaksana berkat kerja sama Forkopimcam, Puskesmas Cipari, dan Puskesmas Cicurug.

“Guna mencegah kerumunan, vaksinasi dilaksanakan di dua lokasi. Penyelenggara  menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” jelanya. (*)