Wagub: Pesantren Hasilkan Santri yang Perannya Tidak Diragukan dalam Pembangunan Bangsa

oleh -
Wakil Gubernur Jabar KH Uu Ruzhanul Ulum menandatangani prasasti pembangunan Ponpes Darul Huffazh di Gentong, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Agus Setiawan

Editor Wawan AS

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, KH. Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, kehadiran pondok pesantren sangat penting dan strategis dalam memajukan dan membangun bangsa. Pondok pesantren sudah banyak mencetak santri yang perannya dalam membangun bangsa tidak perlu diragukan. Karena itu, Wagub menyebut pesantren sebagai lembaga pendidikan yang luar biasa.

Pernyataan Wagub Uu itu disampaikan saat menghadiri acara Tasyakkur Milad Mah’ad dan Haflah Khotmil Quran di Ponpes Darul Huffazh Al Matin Gentong Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Ahad (5/9/2021). Pada kegiatan itu Uu hadir bersama Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman.

“Ponpes itu lembaga pendidikan yang luar biasa besar perannya dalam memajukan bangsa. Saat ini perkembangan pesantren sangat pesat, baik kuantitas maupun kualitas,” kata Wagub Jabar. 

Di wilayah Provinsi Jawa Barat, ujar dia, terdapat sekitar 12 ribu pondok pesantren yang tercatat. Semoga, kata dia, banyaknya pesantren tersebut dapat membentuk generasi muda yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada beberapa peraturan sebagai payung hukum bagi pesantren seperti UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan diberlakukannya Hari Santri Nasional,” kata dia.

Pada kesempatan itu, KH Uu juga melakukan penandatanganan prasasti pembangunan Ponpes Darul Huffazh. 

Sementara Sekda Ade menyebutkan pondok pesantren merupakan lembaga yang sejak lama turut membangun sumber daya manusia dan mempunyai peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi muda Islami yang cinta Al-Quran. Kehadiran pesantren bisa mendorong peningkatan mutu pendidikan keagamaan sekaligus menyemarakkan syiar Islam di Kabupaten Sukabumi.

“Pondok pesantren telah berkonstribusi dalam membantu pemerintah untuk menyediakan lembaga pendidikan sekaligus mengantarkan harapan orang tua untuk menjadikan anak-anak sebagai manusia berilmu yang berahlak mulia,” ujar Ade. 

Untuk itu, Pemkab akan terus bersinergi dengan kalangan pesantren dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sejalan dengan misi  membangun sumber daya manusia yang beriman, berbudaya, dan berdaya saing.

Sementara itu Pimpinan Darul Huffazh KH. Maftukhin Achmad mengatakan tasyakur Milad Mah’ad dan Khotmil Quran Hafiz dan Hapizoh Angkatan ke-13 merupakan hari berbahagia bagi para santri penghafal Al-Quran. Sebab mereka akan diwisuda. (*)